Menurut dia, paket sembako yang bernilai sekitar Rp100 ribu dijual kepada masyarakat seharga Rp50 ribu. Selisih harga tersebut ditanggung pemerintah daerah melalui subsidi yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Artinya Rp50 ribu disubsidi pemerintah daerah. Program ini tidak hanya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih murah, tetapi juga menjadi upaya menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi daerah,” kata Toni.
Ia menambahkan, ke depan pemerintah daerah juga berencana memperluas jangkauan program serupa dengan dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dengan demikian, kegiatan operasi pasar murah dapat menjangkau lebih banyak wilayah.
Penjabat Kepala Desa Kalapagunung, Ade Winarni, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut di wilayahnya. Ia mengatakan antusiasme warga cukup tinggi sejak kegiatan dimulai.
“Alhamdulillah kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati melalui Diskopdagperin yang telah memilih Desa Kalapagunung sebagai lokasi kegiatan ini. Antusiasme masyarakat sangat luar biasa, bahkan kuota 200 paket masih dirasa kurang karena banyak warga yang membutuhkan,” ujarnya.
Sejumlah warga mengaku program ini cukup membantu di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran. Siti, salah seorang warga, mengatakan paket sembako bersubsidi membuat pengeluaran rumah tangganya sedikit lebih ringan.
“Alhamdulillah sangat membantu. Harga sembako sekarang lagi naik, jadi dengan adanya paket ini kami bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah,” kata dia.
Hal senada disampaikan Asep, warga lainnya. Ia berharap jumlah paket pada kegiatan serupa di masa mendatang dapat ditambah agar lebih banyak warga yang memperoleh manfaat. (Ali)
