KUNINGAN – Pagi ini, sejak sebelum matahari benar-benar meninggi, kabar tentang mutasi dan rotasi jabatan sudah beredar dari satu grup WhatsApp ke grup lainnya. Foto undangan berkop Sekretariat Daerah pun menyebar cepat. Tertandatangani oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, U. Kusmana, undangan itu memastikan satu hal yaitu siang nanti, sekitar pukul 14.00 WIB, Ballroom Arya Kamuning lantai 3 akan menjadi pusat perhatian.

Agenda mutasi ini bukan skala kecil. Total sekitar 240 aparatur yang masuk dalam daftar. Rinciannya, delapan pejabat eselon II, satu orang eselon III melalui promosi, dan selebihnya eselon IV. Angka yang besar, tetapi justru menyisakan tanda tanya, mengapa sejumlah posisi strategis masih tetap kosong?

Pagi ini perbincangan topiknya hampir seragam, siapa pindah ke mana, siapa bertahan, dan siapa yang “terlempar”.
Padahal, untuk level eselon II, perputaran ini sudah terjadi dua kali sebelumnya. Ini kali ketiga. Secara logika organisasi, seharusnya formasi mulai stabil. Namun fakta di lapangan menunjukkan sebaliknya. Beberapa OPD masih tanpa nahkoda definitif. Kondisi ini tentu berpengaruh pada percepatan program, terutama dalam menerjemahkan visi-misi kepala daerah.

Sementara itu, pagi ini agenda bupati juga terpantau padat. Informasi yang dihimpun, beliau bertolak ke Bandung untuk menghadiri penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan dari BPK Perwakilan Provinsi Jawa Barat. Pemeriksaan tersebut menyangkut kepatuhan kegiatan peningkatan sarana pendidikan dasar di Kabupaten Kuningan hingga Triwulan III 2025. Artinya, mutasi siang nanti usai dari Bandung, Bupati harus kembali ke Kuningan.

Yang membuat dinamika ini semakin menarik adalah daftar “11 nama” yang sejak kemarin ramai dibicarakan yaitu perpindahan Deniawan yang sekarang masih kepala DPPKBP3A Kuningan dikabarkan akan mengisi jabatan Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kuningan. Kemudian Guruh Irawan Zulkarnaen yang saat ini menjabat sebagai Kadisnakertrans Kuningan dikabarkan bergeser menjabat sebagai Sekretaris DPRD Kuningan.

Kemudian nama Deni Hamdani yang sekarang masih Sekretaris DPRD Kuningan dikabarkan bergeser menjabat sebagai Kadisperkimtan Kuningan. Sedangkan Kadisperkimtan Kuningan saat ini Mutopid dikabarkan mengisi kekosongan jabatan Kepala Kesbangpol Kuningan.

Selain itu ada nama Toni Kusmanto yang menjabat sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesra Kuningan dikabarkan mengisi Kadiskopdagperin Kuningan mengisi kekosongan jabatan. Kemudian nama Toto Toharudin yang sekarang menjadi Kadinsos Kuningan dikabarkan mengisi jabatan Kadisnakertrans Kuningan.

Nama lainnya ada Budi Alimuddin yang sekarang menjabat sebagai Kepala DPMD Kuningan dikabarkan bergeser menjadi Kasatpol PP Kuningan. Sedangkan nama Laksono Dwiputranto juga dikabarkan bergeser dari jabatan sebelumnya di Bappenda Kuningan menjadi Kadis PUTR. Sedangkan I Putu Bagiasna yang kini masih Kadis PUTR dikabarkan menjadi Inspektur Kabupaten Kuningan.

Sedangkan Ahmad Juber yang kini masih Inspektur Kabupaten Kuningan dikabarkan mengisi jabatan Kepala Bappenda Kuningan dan terakhir nama Carlan atau akrab disapa Elon dikabarkan mengisi jabatan Kadisdikbud Kuningan, bahkan karangan bunga untuk Elon sudah bertebaran salah satu ucapan dari Penasehat Kapolri Andi Gani Nena Wea yang dikenal sebagai Tokoh Buruh Nasional.

Namun, kabar pagi ini, muncul informasi baru bahwa yang benar-benar “bergerak” kemungkinan hanya delapan nama. Tiga lainnya disebut-sebut masih bertahan, atau pergeserannya ditunda.
Siapa yang benar? Hingga berita ini tayang, belum ada konfirmasi resmi. Pejabat terkait pun memilih irit bicara.

Mutasi kali ini, tampaknya, bukan sekedar soal pindah kursi. Ada tarik-menarik kepentingan, ada pertimbangan pensiun, ada juga soal kesiapan kader internal. Publik tentu berharap, kekosongan jabatan tidak berlangsung lama. Sebab, tanpa “menteri-menteri” yang lengkap, roda pemerintahan akan berjalan pincang.

Siang nanti, semua akan terbuka. Ballroom Arya Kamuning bukan hanya menjadi tempat pelantikan, tetapi juga panggung pembuktian, apakah perombakan ini benar-benar untuk penguatan organisasi, atau hanya rotasi rutin yang menyisakan banyak pekerjaan rumah. (Ali)