Cikalpedia
”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s
Nasional

Drama Penyelamatan di Phnom Penh: Warga Kuningan Korban TPPO Segera Pulang

Nampak penasehat Kapolri Andi Gani Nena Wea sedang melakukan panggilan video dengan tim Desk Ketenagakerjaan bareskrim Polri. (istimewa)

KUNINGAN – Kabar melegakan akhirnya datang dari Kamboja. Dimas, seorang warga Kabupaten Kuningan, beserta istrinya yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), berhasil dijemput oleh Tim Desk Ketenagakerjaan Bareskrim Polri di Phnom Penh, Selasa kemarin. Penyelamatan ini mengakhiri masa kelam mereka di bawah cengkeraman jaringan mafia perdagangan manusia lintas negara.

Dimas dan istrinya diamankan bersama sembilan warga negara Indonesia (WNI) lainnya yang sebelumnya berhasil melarikan diri dari sekapan sindikat. Saat ini, para korban berada dalam perlindungan otoritas keamanan Indonesia dan KBRI di Kamboja untuk proses pemulangan ke tanah air.

Kepastian penyelamatan ini mencuat ke publik melalui sebuah rekaman video yang memperlihatkan Penasihat Kapolri, Andi Gani Nena Wea, melakukan panggilan video dengan Tim Desk Ketenagakerjaan Bareskrim Polri yang berada di lapangan. Dalam percakapan tersebut, Andi Gani memastikan kondisi fisik dan mental para korban.

“Dilaporkan semuanya dalam keadaan sehat. Kami berkoordinasi dengan KBRI di Phnom Penh dan mengupayakan agar para korban dapat segera dipulangkan ke tanah air,” ujar Andi Gani, yang juga menjabat sebagai Presiden KSPSI serta Presiden ASEAN Trade Union Council (ASEANTUC).

Andi Gani, yang saat ini tengah menjalani kunjungan kerja di Vietnam dan Laos, terus memantau proses evakuasi tersebut secara real-time. Dalam suasana penuh haru, ia menyapa langsung Dimas untuk memberikan penguatan moril.

“Kang Dimas, sehat semuanya?” tanya Andi Gani. Pertanyaan itu dijawab Dimas dengan suara bergetar namun penuh syukur, mengonfirmasi bahwa ia, istrinya, dan rekan-rekan senasib dalam kondisi baik. “Sebentar lagi pulang ya,” imbuh Andi Gani menenangkan.

Namun, Andi Gani juga memberikan instruksi keras kepada personel Bareskrim di lokasi agar tidak lengah sedikit pun sebelum para korban menginjakkan kaki di Indonesia. “Jamin keselamatan teman-teman ini ya, Pak Tri,” pesannya kepada pimpinan tim di lapangan, menekankan bahwa ancaman dari jaringan mafia tetap menjadi kewaspadaan utama.

Baca Juga :  Ancam Dapur MBG Distop, Satgas MBG Wajibkan Ini….

Dari balik layar ponsel di Phnom Penh, Dimas menyampaikan apresiasi mendalam kepada berbagai pihak yang telah berjibaku dalam operasi penyelamatan ini. Ia menyebut nama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, jajaran Bareskrim, hingga Wakil Ketua DPR RI Dasco sebagai pihak-pihak yang berperan penting.

Dimas juga secara khusus menyebut perhatian dari Pemerintah Kabupaten Kuningan. “Saya berterima kasih kepada Bupati Kuningan dan Kapolres Kuningan yang terus memantau perkembangan kami sejak awal kasus ini mencuat,” ujarnya.

Keberhasilan penjemputan ini menjadi simbol kuat kehadiran negara di tengah maraknya kasus penipuan kerja luar negeri atau job scam yang berujung pada perdagangan manusia. Bagi warga Kuningan, kepulangan Dimas dan istri bukan sekadar kepulangan biasa, melainkan pengingat keras akan bahaya jaringan TPPO yang kini menyasar hingga ke pelosok desa.

Negara kini tengah menyiapkan teknis pemulangan, sementara Bareskrim Polri dipastikan akan mendalami keterangan para korban untuk memburu aktor intelektual dan agen penyalur yang mengirim mereka ke Kamboja. (ali)

Leave a Comment