
CIREBON — Aroma busuk yang menyengat dari sebuah rumah kosong di Jalan Harapan No. 32, Kelurahan Drajat, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, memicu kecurigaan warga pada Sabtu siang, (14/2/2026). Bau yang awalnya disangka bangkai hewan itu justru mengantarkan pada penemuan jasad seorang pria tanpa identitas dalam kondisi tergantung di bagian belakang rumah.
Rumah tersebut diketahui milik Haryanto Ramli dan sudah lama tidak ditempati. Warga sekitar mulai resah setelah bau tak sedap tercium selama beberapa hari terakhir, terutama saat angin berembus ke arah permukiman. Laporan kemudian disampaikan kepada pengurus lingkungan setempat dalam waktu singkat.
Hardjo Parto, keluarga pemilik rumah, mengatakan ia pertama kali menerima kabar dari Ketua RW 06 Kelurahan Drajat mengenai bau menyengat yang berasal dari dalam rumah kosong itu. Bersama Ketua RW, aparat Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan keluarga pemilik rumah, ia mendatangi lokasi untuk memastikan sumber bau.
Saat tiba di lokasi, rombongan mendapati pintu rumah dalam keadaan tidak terkunci. Teralis jendela bagian depan juga terlihat rusak, menimbulkan dugaan adanya seseorang yang masuk tanpa izin. Di dalam rumah, kondisi tampak berantakan dan sunyi. Sebuah botol minuman beralkohol merek Iceland terlihat di atas meja ruang depan.
“Awalnya kami periksa bagian depan rumah. Bau semakin kuat saat menuju ke belakang,” ujar Ketua RW 06 Kelurahan Drajat, Tofan.
Kecurigaan itu terjawab ketika mereka menemukan jasad seorang pria dalam kondisi membusuk dan tergantung di bagian belakang rumah. Warga segera menjauh dan melaporkan temuan tersebut ke kepolisian.
Petugas dari Polsek Kesambi bersama Unit Inafis dan Piket Siaga Sat Reskrim Polres Cirebon Kota tiba tak lama kemudian. Area rumah langsung dipasangi garis polisi untuk kepentingan olah tempat kejadian perkara. Petugas mengumpulkan keterangan saksi dan mendokumentasikan kondisi di lokasi.
Kapolsek Kesambi, Iptu. Suganda, mengatakan pihaknya segera melakukan langkah penanganan awal, termasuk berkoordinasi dengan Public Safety Center 119 Dinas Kesehatan Kota Cirebon untuk proses evakuasi jenazah.
“Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Gunung Jati Cirebon untuk pemeriksaan medis lebih lanjut. Kami masih menyelidiki identitas korban serta kronologi lengkap kejadian,” ujarnya.
Hingga Sabtu malam, polisi belum dapat memastikan penyebab kematian maupun berapa lama korban berada di lokasi. Kondisi jasad yang telah membusuk menunjukkan korban kemungkinan telah meninggal beberapa hari sebelum ditemukan.
Kepala Seksi Humas Polres Cirebon Kota, AKP M. Aris Hermanto, mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau memiliki informasi terkait korban untuk segera melapor ke kepolisian. Menurut dia, partisipasi warga sangat diperlukan guna mempercepat proses identifikasi.
Peristiwa ini menyisakan kegelisahan di lingkungan sekitar. Rumah kosong yang sebelumnya luput dari perhatian kini menjadi pengingat bagi warga akan pentingnya pengawasan lingkungan. Polisi memastikan penyelidikan terus berlanjut untuk mengungkap identitas korban dan memastikan tidak ada unsur tindak pidana dalam kejadian tersebut. (frans)




