
KUNINGAN — Suasana Kolam Renang Tirta Citambang Indah, Kecamatan Darma, pada Sabtu pagi, (14/2/2026), tak hanya diwarnai aktivitas olahraga warga. Di salah satu sudut area terbuka, ratusan warga berkumpul mengikuti dialog bersama Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Ika Siti Rahmatika. Pertemuan itu menjadi ruang terbuka bagi masyarakat menyampaikan aspirasi menjelang perencanaan program pembangunan Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan diawali dengan senam bersama yang didominasi kelompok ibu-ibu dan warga lanjut usia. Setelah itu, dialog berlangsung santai namun sarat usulan. Warga bergantian menyampaikan kebutuhan yang mereka anggap mendesak, mulai dari layanan kesehatan hingga penguatan ekonomi rumah tangga.
Salah satu isu yang paling banyak disoroti adalah peningkatan layanan kesehatan bagi lansia dan kelompok perempuan aktif di kegiatan kemasyarakatan. Warga berharap pemerintah daerah memperluas pemeriksaan kesehatan berkala, menyediakan fasilitas penunjang olahraga, serta menghadirkan program promotif dan preventif yang mudah diakses.
“Kami rutin senam, tapi belum ada pemeriksaan kesehatan yang terjadwal. Padahal banyak yang sudah lansia,” ujar seorang peserta, disambut anggukan warga lain. Aspirasi itu diperkuat permintaan penyediaan alat kesehatan sederhana dan dukungan tenaga medis saat kegiatan komunitas berlangsung.
Selain layanan kesehatan, warga juga menyoroti minimnya sarana penunjang aktivitas kebugaran. Mereka mengusulkan perbaikan ruang terbuka, penataan lokasi kegiatan agar lebih aman, serta penyediaan perlengkapan senam sederhana. Menurut warga, fasilitas yang memadai akan mendorong partisipasi masyarakat menjaga kesehatan secara mandiri.
Dalam dialog tersebut, muncul pula harapan agar pemerintah menghadirkan program pemberdayaan bagi kelompok sepuh. Warga menilai para lansia masih memiliki potensi untuk tetap aktif melalui pelatihan ringan, kegiatan sosial, maupun ruang partisipasi dalam kegiatan lingkungan. “Kami ingin tetap dilibatkan, bukan hanya jadi penonton,” kata seorang tokoh masyarakat setempat.
Kelompok ibu-ibu peserta senam juga menekankan pentingnya dukungan terhadap komunitas sebagai wadah silaturahmi dan penguatan solidaritas sosial. Mereka menilai komunitas berperan menjaga kekompakan lingkungan sekaligus menjadi saluran efektif penyebaran informasi program pemerintah.
Di sektor ekonomi, warga menyampaikan kekhawatiran terhadap stabilitas harga kebutuhan pokok dan keberlangsungan usaha kecil rumah tangga. Banyak ibu rumah tangga menggantungkan penghasilan dari usaha kuliner rumahan, kerajinan, dan perdagangan kecil. Mereka berharap kebijakan yang berpihak pada usaha mikro, termasuk pelatihan, akses permodalan, dan pendampingan pemasaran.
Dialog yang berlangsung lebih dari dua jam itu juga memunculkan usulan agar kegiatan serupa digelar secara berkala. Warga menilai pertemuan langsung dengan wakil rakyat membuka ruang komunikasi yang lebih jujur dan efektif dibandingkan penyampaian aspirasi melalui jalur administratif.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Ika Siti Rahmatika menyatakan komitmennya untuk membawa aspirasi warga ke tingkat provinsi. Ia menegaskan bahwa perencanaan dan penganggaran Tahun 2026 harus mempertimbangkan kebutuhan riil masyarakat, terutama program yang berdampak langsung pada kesehatan, kesejahteraan, dan penguatan peran sosial.
“Yang disampaikan hari ini menjadi catatan penting bagi kami. Pembangunan tidak boleh jauh dari kebutuhan warga,” ujarnya.
Menjelang siang, dialog ditutup dengan sesi foto bersama. Warga berangsur meninggalkan lokasi, sebagian kembali berolahraga, lainnya berbincang santai. Di Tirta Citambang, aspirasi itu mengalir seperti air kolam, tenang di permukaan, namun menyimpan harapan akan perubahan yang lebih nyata. (ali)




