
KUNINGAN – Ar Rauf (13), siswa kelas 6 Sekolah Dasar 3 Mekarwangi, Kecamatan Lebakwangi memiliki bakat menjadi dalang. Kecintaannya seni wayang sudah tumbuh sejak usia dini, berawal dari kebiasaannya mendengarkan siaran wayang golek di radio bersama sang kakek di rumah.
Dari kebiasaan itulah, Rauf mulai mengenal tokoh-tokoh pewayangan, alur cerita, hingga teknik vokal seorang dalang. Ia kerap menirukan suara para tokoh dengan gaya khasnya sendiri. Tanpa disadari, kemampuannya dalam memainkan intonasi dan menghidupkan karakter semakin terasah.
“Ketertarikan saya tumbuh sejak tahun 2021, tepatnya saat kelas 2 SD. Awalnya, saya sering mendengarkan siaran radio milik kakek dan menonton pertunjukan di YouTube. Sementara untuk belajar menjadi dalang, saya baru mulai sekitar satu bulan lalu di Karawitan Cidahu,” Ujar Ar Rauf kepada Cikalpedia.id, Sabtu, (21/2/2026).
Selain belajar menirukan berbagai pemeran dalam pewayangan, ia juga berlatih untuk menguasai teknik sabetan, cengkok suara, hingga penguasaan cerita agar penampilannya semakin matang saat tampil di depan penonton.
“Sedikit-sedikit, masih tahap belajar. mudah-mudahan cita-cita menjadi dalang profesional bisa terwujud,” tuturnya.
Menyikapi potensi itu pihak sekolah turut serta mendorong supaya minat dan bakat muridnya berkembang maksimal. Bahkan, pihak guru juga memberikan ruang bagi Ar Rauf untuk menampilkan kemampuannya dalam berbagai kegiatan sekolah, seperti pentas seni dan peringatan hari besar nasional.
“Kami mencoba memberikan ruang pengembangan bakat semua anak didik. Ketika ada perlombaan seni kami libatkan Ar Rauf. Bahkan, tahun kemarin kami dorong untuk ikut perlombaan tingkat kecamatan membuat kriya anyaman wayang, dan alhamdulillah juara 3,” ujar Amin Suparmin, salah satu guru SDN 3 Mekarwangi.
Amin menerangkan, muridnya itu memiliki potensi seni yang baik jika terus dikembangkan secara konsisten dan terarah. Karena dinilai masih kurang percaya diri saat tampil di hadapan banyak orang, Amin berpesan agar Ar Rauf terus melatih mental panggungnya.
“Kami akan terus memberikan ruang bagi seluruh anak didik yang memiliki minat bakat atau potensi lainnya. Termasuk Ar Rauf, di setiap event sekolah diupayakan untuk selalu melibatkannya. Jadi sebelum pulang sekolah, Ar Rauf harus tampil,” kata Amin.
Pihaknya berharap, bakat yang dimiliki Ar Rauf tidak menjadi hobi semata, tetapi bisa menjadi jalan untuk meraih prestasi sekaligus ikut melestarikan seni budaya daerah. Menurutnya, regenerasi dalang muda sangat penting agar seni wayang tetap hidup di tengah perkembangan zaman dan derasnya arus budaya modern. (Icu)




