
JAKARTA — Kabupaten Kuningan mencatat capaian menonjol dalam Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 yang dirilis Badan Riset dan Inovasi Nasional. Dengan skor 3,88, daerah ini menempati peringkat keempat terbaik di Jawa Barat dan posisi ke-16 secara nasional. Hasil tersebut dipandang sebagai indikator meningkatnya kapasitas daerah dalam menopang pertumbuhan ekonomi yang produktif dan inklusif.
Peluncuran IDSD 2025 digelar pada Selasa (24/2/2026), di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo, Gedung BJ Habibie, Jakarta Pusat. Indeks ini dirancang sebagai instrumen berbasis data untuk mengukur dan memperkuat daya saing daerah, sejalan dengan arah pembangunan nasional 2026 yang menekankan produktivitas dan inovasi.
Kepala BRIN, Arif Satria, menegaskan bahwa daya saing nasional tidak dapat dilepaskan dari performa daerah. Dalam sistem ekonomi yang terdesentralisasi, kata dia, kinerja nasional merupakan agregasi dari capaian provinsi dan kabupaten/kota.
“Penguatan produktivitas dan inovasi di tingkat daerah menjadi sangat krusial. Daerah adalah fondasi yang menentukan kokohnya daya saing nasional,” ujarnya.
Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menyebut capaian tersebut sebagai sinyal positif bagi investor sekaligus pijakan bagi kebijakan strategis daerah. Menurut dia, peningkatan peringkat tidak hanya mencerminkan kinerja pemerintah daerah, tetapi juga kolaborasi dengan pelaku usaha dan masyarakat.
“Capaian IDSD Kabupaten Kuningan tahun 2025 menjadi modal penting untuk memperkuat kebijakan pembangunan sekaligus memberikan keyakinan kepada investor untuk menanamkan modal di Kuningan,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah akan memanfaatkan momentum ini untuk mempercepat reformasi layanan publik, memperkuat ekosistem inovasi, serta mendorong investasi pada sektor unggulan seperti pertanian berkelanjutan, pariwisata berbasis alam, dan ekonomi kreatif.
Posisi Kuningan di empat besar Jawa Barat mencerminkan konsistensi kebijakan yang menitikberatkan pada kualitas sumber daya manusia, infrastruktur dasar, dan tata kelola pemerintahan. Jawa Barat sendiri dikenal sebagai provinsi dengan kompetisi daya saing antardaerah yang ketat, sehingga capaian tersebut menempatkan Kuningan dalam peta strategis investasi regional.
IDSD mengukur berbagai dimensi, mulai dari lingkungan bisnis, inovasi, kesiapan teknologi, stabilitas ekonomi, hingga kualitas institusi. Dengan skor mendekati empat, Kuningan dinilai telah melampaui banyak daerah lain dalam menciptakan ekosistem pembangunan yang adaptif terhadap perubahan ekonomi.
Ke depan, tantangan terbesar adalah menjaga konsistensi reformasi dan memastikan pertumbuhan yang inklusif. Tanpa pemerataan manfaat pembangunan, capaian indeks berpotensi menjadi angka statistik semata. Namun untuk saat ini, hasil IDSD 2025 memberikan pesan jelas yaitu Kuningan sedang bergerak menuju daerah yang semakin kompetitif di tingkat nasional. (ali)




