KUNINGAN — Gemuruh tepuk tangan memecah keheningan di kompleks SDN Kramatmulya, Kamis (9/4/2026). Hari itu, ajang tahunan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kecamatan Kramatmulya resmi digelar. Di antara puluhan peserta yang datang membawa ambisi dari berbagai penjuru sekolah dasar se-kecamatan, delegasi dari SDN Unggulan Kuningan tampil mencolok, bukan hanya karena seragamnya yang rapi, melainkan karena dominasi bakat yang mereka suguhkan di atas panggung.

Ajang FLS3N kali ini memang menjadi panggung pembuktian bagi sekolah-sekolah dasar untuk memamerkan hasil pembinaan non-akademik mereka. Namun, bagi SDN Unggulan Kuningan, kompetisi ini lebih dari sebatas rutinitas kalender pendidikan. Ini adalah palagan untuk menguji sejauh mana kreativitas dan mentalitas siswa ditempa di bawah asuhan para mentor sekolah.

Dominasi di Panggung Utama
Hasilnya tak main-main. SDN Unggulan Kuningan sukses membawa pulang rentetan trofi bergengsi. Di cabang Menyanyi Solo, Kanaya Putri Zainab tampil memukau dengan teknik vokal dan penjiwaan yang matang, yang mengantarkannya meraih podium Juara 1. Suara emas Kanaya seolah memberi pesan bahwa pembinaan seni suara di sekolahnya berjalan di jalur yang benar.

Tak mau kalah, pada cabang Mendongeng, Nabhan Alhazn Hibrizi juga berhasil menyabet gelar Juara 1. Nabhan mampu menyihir juri melalui artikulasi yang jelas serta ekspresi teatrikal yang menghidupkan narasi dongengnya.

Sementara itu, di arena visual, Syaqilla Azzahra Pasya melengkapi daftar kemenangan dengan meraih Juara 2 pada cabang Gambar Bercerita, sebuah kategori yang menuntut presisi visual sekaligus kemampuan bercerita lewat goresan warna.

Kerja Keras di Balik Layar
Keberhasilan ini bukanlah buah dari keberuntungan sesaat. Kepala SDN Unggulan Kuningan, Uus Susanto, menegaskan bahwa ada proses panjang yang dilalui anak-anak didiknya. Persiapan intensif dilakukan berminggu-minggu sebelum hari pelaksanaan, mencakup penguatan teknik hingga simulasi mental untuk menghadapi audiens dan dewan juri.

“Prestasi ini bukan hanya milik siswa semata, tetapi merupakan hasil kerja sama seluruh pihak. Kami sangat mengapresiasi semangat juang anak-anak yang telah memberikan penampilan terbaiknya,” ujar Uus.

Uus menambahkan bahwa sinergi antara guru pembimbing yang telaten dan dukungan penuh dari orang tua menjadi kunci utama. Menurutnya, sekolah hanya menyediakan wadah dan arahan, namun dorongan moral dari keluarga adalah bahan bakar utama bagi kepercayaan diri siswa di lapangan.

Menatap Level Kabupaten
Kemenangan di tingkat kecamatan ini barulah langkah awal. Sebagai peraih juara, para siswa SDN Unggulan Kuningan kini mengemban tanggung jawab lebih besar untuk mewakili Kecamatan Kramatmulya di ajang FLS3N tingkat Kabupaten Kuningan.

Bagi pihak sekolah, capaian ini sekaligus mempertegas posisi SDN Unggulan Kuningan sebagai lembaga pendidikan yang tak hanya mengejar angka-angka di atas kertas ujian, tetapi juga peduli pada pelestarian budaya dan pengembangan karakter kreatif. Targetnya jelas yaitu mengharumkan nama sekolah hingga ke level provinsi, sembari tetap membumi dengan nilai-nilai sportivitas dan etika berkompetisi.

Dengan hasil ini, SDN Unggulan Kuningan kembali membuktikan bahwa di tangan yang tepat, bakat-bakat mentah dari ruang kelas bisa bertransformasi menjadi prestasi yang berkilau di tingkat daerah. Kini, publik menanti sejauh mana “tangan dingin” para pengajar di sekolah tersebut mampu membawa Kanaya dan kawan-kawan melangkah lebih jauh di level yang lebih tinggi. (Ali)