KUNINGAN – Kawasan Kuningan Islamic Centre (KIC) akan disterilkan selama dua hari, Sabtu – Minggu (25-26/4/2026). Upaya yang dilakukan akibat adanya pelepasan jemaah haji tersebut meminta para pedagang harus tutup dan aktivitas umum dihentikan.

Kasatpol PP Kuningan melalui Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (TTM), Wawan Gunawan, menjelaskan bahwa skema sterilisasi kawasan dilakukan sebagai upaya antisipasi kemacetan. Menurutnya, masing-masing jemaah akan diantar oleh satu kendaraan saja, sedangkan para pengantar diarahkan menunggu di luar kawasan atau masuk hanya berjalan kaki.

“Kami batasi kendaraan yang masuk agar tidak terjadi penumpukan. Tidak semua pengantar bisa masuk ke dalam area,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa, (21/4/2026).

Sehubungan dengan itu, Wawan menerangkan, sterilisasi kawasan akan dilakukan secara menyeluruh, termasuk pembatasan aktivitas di dalam area KIC. Petugas keamanan akan disiagakan untuk mengatur arus kendaraan serta memastikan ketertiban selama proses berlangsung.

Sterilisasi kawasan yang dilakukan, lanjutnya, salah satunya adalah pengamanan pedagang atau PKL. Selama dua hari nanti, tidak ada kebijakan relokasi maupun pemindahan sementara ke titik lain. Sehingga, sekitar 50 pedagang yang biasa berjualan di area tersebut untuk sementara tidak bisa beraktivitas.

Wawan menyampaikan, keputusan tersebut diambil secara mendadak mengikuti kebutuhan teknis kegiatan haji yang diperkirakan akan dipadati jemaah dan pengantar. Hari Sabtu digunakan untuk proses pengepakan koper jemaah, sementara Minggu menjadi puncak pemberangkatan.

“Untuk sementara diliburkan dulu. Tidak ada peralihan tempat, dan untuk kompensasi juga belum ada pembahasan,” ujarnya.

Meski demikian, pihaknya kembali menegaskan bahwa kebijakan tersebut bersifat sementara dan bukan bentuk pelarangan permanen. Adapun untuk penataan PKL, kata dia, masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah daerah.

“Ini bukan pelarangan. Ke depan kemungkinan ada penataan, tapi saat ini kami masih menunggu kebijakan lebih lanjut,” tutupnya.

Penulis: Icu Firmansyah || Editor: Sopandi