
KUNINGAN — Momentum Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 di Kabupaten Kuningan, Senin (27/4/2026), menjadi panggung pembuktian bagi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kuningan. Di pelataran Kantor Setda, Komplek Kuningan Islamic Center (KIC), dinas yang dikomandoi Drs. Yudi Nugraha ini resmi memamerkan dua penghargaan prestisius yang menandai babak baru keamanan data penduduk di Kuningan.
Wakil Bupati Kuningan, Hj. Tuti Andriani, menyerahkan langsung penghargaan tersebut sebagai bentuk pengakuan atas transformasi pelayanan publik. Capaian paling mencolok adalah sertifikasi SNI ISO/IEC 27001:2022 dari Ditjen Dukcapil Kemendagri. Ini bukan piagam biasa; ini adalah standar internasional manajemen keamanan informasi yang memastikan bahwa data pribadi warga Kuningan dikelola dengan protokol perlindungan yang ketat.
“Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah. Keamanan data dan pelayanan yang inklusif merupakan bagian vital dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik,” tegas Wabup Tuti.
Sementara itu, Kepala Disdukcapil Kuningan, Yudi Nugraha, tampak sumringah namun tetap rendah hati. Baginya, sertifikasi ISO 27001 adalah jawaban atas tuntutan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (PDP). Dengan standar ini, Disdukcapil tidak hanya sekadar menyimpan data, tetapi menjamin bahwa setiap bit informasi warga terlindungi dari ancaman siber dan penyalahgunaan.
“Insya Allah, dengan ISO ini, jaminan keamanan data pribadi masyarakat akan semakin meningkat. Ini adalah amanah besar untuk menjaga privasi penduduk,” ujar Yudi.
Selain urusan siber, Disdukcapil juga diganjar penghargaan atas kontribusinya dalam kegiatan Abdi Nagri Nganjang ka Warga #5 tingkat Jawa Barat. Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa inovasi tidak boleh hanya berhenti di balik layar komputer, melainkan harus “turun ke bawah” menyapa warga di pelosok desa.
Seolah tak puas dengan dua trofi, Yudi membocorkan bahwa lemari penghargaan Disdukcapil bakal segera kembali kedatangan “tamu” baru. Pada Rabu (29/4/2026) mendatang, pihaknya dijadwalkan menerima dua apresiasi tambahan dari tingkat Provinsi Jawa Barat.
Apresiasi tersebut berkaitan dengan program inklusi bagi penyandang disabilitas (Sadulur Disabilitas) dan program “Pulpen PNS” yang didedikasikan untuk memudahkan layanan administrasi para pensiunan.
“Kami akan terus meningkatkan kualitas. Hari Rabu besok, jika tidak ada halangan, kami kembali menerima apresiasi terkait layanan disabilitas dan pensiunan,” tambah Yudi dengan nada optimis.
Langkah beruntun Disdukcapil Kuningan ini mengirimkan pesan kuat bagi perangkat daerah lainnya, bahwa di era otonomi, inovasi pelayanan dan keamanan informasi bukan lagi sebuah pilihan, melainkan syarat mutlak untuk meraih kepercayaan publik. ***




