
KUNINGAN – Universitas Kuningan (Uniku) tampaknya sedang menikmati buah dari konsistensi mereka dalam memacu ekosistem riset, kewirausahaan, dan inklusivitas kampus. Sepanjang semester pertama tahun 2026, kampus terbesar di kawasan lereng Gunung Ciremai ini sukses menorehkan serangkaian prestasi prestisius di panggung nasional. Capaian ini sekaligus menegaskan posisi tawar Uniku dalam persaingan antar-perguruan tinggi di Indonesia.
Rentetan kabar baik tersebut bermula dari pengumuman kelulusan proposal hibah kompetitif dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Pada ajang Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026, tiga tim mahasiswa Uniku dinyatakan lolos pendanaan nasional setelah melalui fase kurasi yang ketat. Proyek kewirausahaan ini lahir dari kolaborasi multidisiplin ilmu yang melibatkan mahasiswa dari Program Studi Sistem Informasi (SI), Teknik Informatika (TI), Pendidikan Biologi, serta Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI).
Langkah impresif ini diikuti oleh torehan di ajang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2026. Dua tim riset Uniku berhasil menembus kuota nasional, masing-masing pada skema pendanaan (kompetisi proposal) dan skema insentif (berbasis produk/karya ilmiah). Sinergi lintas disiplin kembali menjadi kunci, di mana mahasiswa dari prodi SI, TI, dan Pendidikan Biologi melebur untuk menelurkan inovasi sains berbasis digital.
Daya saing civitas akademika Uniku tidak hanya mendominasi ranah kerja kelompok, melainkan juga pada talenta individu. Mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Uniku, Sarah Nabila, sukses mengamankan podium Juara 1 dalam kompetisi English Wordle Tournament pada ajang bergengsi Telkom University Language Festival (LAFEST) 2026 di Bandung, belum lama ini.
Mengusung tema reflektif “Empowering Global Communication in the Era of SAFE AI”, turnamen ini menguji ketangkasan logika linguistik peserta di tengah penetrasi teknologi kecerdasan buatan. Di luar dugaan, Sarah Nabila tampil dominan dengan mematahkan dominasi tuan rumah. Ia keluar sebagai jawara, memaksa delegasi dari Telkom University harus puas mengunci posisi Juara 2 dan Juara 3.
Ketua Program Studi PBI Uniku, Dr. Nani Ronsani Thamrin, M.Pd., menyebut kemenangan Sarah sebagai refleksi dari kurikulum bahasa yang adaptif terhadap dinamika global. “Prestasi ini menjadi pembuktian bahwa mahasiswa daerah mampu bersaing di level tertinggi. Kami berharap capaian Sarah menjadi pemantik mentalitas juara bagi mahasiswa lain untuk berani menguji kemampuan di kancah internasional,” ujar Nani penuh kebanggaan.
Melengkapi capaian di bidang akademik dan minat-bakat, Uniku mencatatkan lompatan institusional yang monumental dalam hal tata kelola sosial dan kemanusiaan. Berdasarkan surat resmi Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 1727/DST/B2/DT.00.03/2026 tertanggal 20 Mei 2026, Uniku ditetapkan sebagai salah satu perguruan tinggi penerima Program Bantuan Pembentukan dan Penguatan Unit Layanan Disabilitas (ULD) Perguruan Tinggi Tahun 2026.
Masuknya Uniku dalam jajaran penerima hibah ini menandai keseriusan manajemen kampus dalam meruntuhkan sekat-sekat eksklusi sosial di dunia pendidikan. Melalui program ini, Uniku akan mendapatkan sokongan anggaran dan pendampingan untuk membangun infrastruktur serta sistem akademik yang ramah terhadap mahasiswa berkebutuhan khusus.
Dalam implementasinya di lapangan, proyek strategis ULD Uniku ini akan dikomandoi oleh akademisi senior, Teti Rahmawati, S.E., M.Si., Ak., CA., selaku Ketua Pelaksana. Hibah ULD ini menjadi penegasan penting: bahwa universitas yang unggul tidak hanya dinilai dari seberapa banyak trofi juara yang dibawa pulang, melainkan dari seberapa adil dan inklusifnya ruang belajar yang disediakan bagi setiap anak bangsa tanpa terkecuali. ***




