KUNINGAN – Kebakaran melanda sebuah kandang ayam petelur milik, Yayan Herli, di Dusun Puhun RT 7 RW 3 Desa Haurkuning, Kecamatan Nusaherang, Rabu pagi, (3/6/2026). insiden tersebut mengakibatkan ribuan bibit ayam mati dan mengalami kerugian ditaksir mencapai Rp120 juta.

‎Peristiwa tersebut diketahui pukul 08.27 WIB. Saat itu, api sudah terlihat membakar sebagian atap kandang dan dengan cepat merambat ke bagian bawah kandang.

‎Edo, salah satu pengurus kandang mengungkapkan bahwa dirinya mencoba untuk memadamkan api dengan alat seadanya bersama kedua rekan kerjanya. “Apinya sangat cepat merambat, kami mencoba untuk memadamkan dengan barang-barang yang ada di kandang,” ujarnya.

‎Ia juga meminta bantuan petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Kuningan setelah upaya pemadaman secara mandiri tidak membuahkan hasil karena keterbatasan sumber air di lokasi kejadian.

‎”Khawatir api semakin besar, Yayan langsung telepon Damkar untuk meminta bantuan,” tambahnya.

‎Mendapat laporan tersebut, petugas Regu 2 UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan segera bergerak menuju lokasi. Sebanyak lima personel diterjunkan untuk melakukan pemadaman dan berhasil tiba di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB.

‎Petugas kemudian melakukan upaya pemadaman agar api tidak semakin meluas ke seluruh area kandang maupun lahan di sekitarnya. Setelah berjibaku selama kurang lebih 30 menit, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan pada pukul 09.30 WIB.

‎Kebakaran tersebut diduga berasal dari percikan api mesin pemanas (open) ayam yang menyambar penutup plastik pada bagian atap kandang. Material yang mudah terbakar membuat api dengan cepat membesar dan menghanguskan bangunan.

‎”Akibat dari kejadian tersebut bangunan kandang ayam petelur semi permanen berukuran 14 meter x 28 meter mengalami kerusakan berat dengan estimasi kerugian mencapai Rp70 juta,” ujar Andri Arga Kusuma selaku Kepala UPT Damkar Kuningan.

‎Kerugian lainnya, lanjut Andri, sekitar 6.300 ekor bibit ayam petelur dari total 6.500 ekor yang berada di dalam kandang dilaporkan mati terbakar dengan nilai kerugian sekitar Rp50 juta.

‎”Untuk sementara kerugian ditaksir mencapai Rp.120 juta. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dari peristiwa ini,” katanya.

‎Meski berhasil ditangani, ia mengungkapkan kendala dalam proses penanganan. Menurutnya, akses jalan menuju lokasi menjadi salah satu kendala petugas untuk gerak cepat menuju lokasi pemdaman.

‎”Proses penanganan kebakaran sempat terkendala akses jalan menuju lokasi yang relatif sempit dan menanjak, tetapi Alhamdulillah api berhasil dicegah dan tidak merembet ke area kebun maupun bangunan lainnya,” ungkapnya.

‎Melalui peristiwa tersebut, ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penggunaan alat pemanas dan instalasi yang berpotensi menimbulkan percikan api, terutama pada bangunan semi permanen yang banyak menggunakan material mudah terbakar.