
KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan terus mematangkan berbagai persiapan menjelang pemulangan jemaah haji tahun 2026. Hal itu dibahas dalam Rapat Koordinasi Persiapan Pemulangan Jemaah Haji Kabupaten Kuningan yang digelar di Aula Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Kuningan, Selasa (2/6/2026).
Rapat tersebut dihadiri sejumlah unsur terkait, mulai dari Pemerintah Daerah, Kementerian Haji dan Umroh Kuningan, aparat keamanan, hingga instansi teknis yang terlibat dalam proses penjemputan dan penerimaan jemaah haji setibanya di Kabupaten Kuningan.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kabupaten Kuningan, Emup Muplihudin, mengatakan bahwa koordinasi lintas sektor sangat penting dilakukan guna memastikan proses pemulangan jemaah berlangsung aman, tertib, dan nyaman.
”Pemulangan jemaah haji merupakan momen yang sangat dinantikan oleh keluarga dan masyarakat. Karena itu, seluruh unsur yang terlibat harus memiliki kesiapan yang sama agar proses penyambutan berjalan lancar tanpa hambatan,” ujarnya.
Emup menjelaskan, hasil rapat menetapkan sejumlah langkah strategis, di antaranya pengaturan kantong parkir bagi kendaraan keluarga penjemput serta kendaraan VIP di kawasan Kuningan Islamic Center (KIC). Selain itu, kita dia, area parkir dan lokasi pemberhentian bus pengangkut jemaah akan disterilkan dari kendaraan lain guna menjamin kelancaran proses penurunan dan penerimaan jemaah.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Dinas Perhubungan, Polres Kuningan, Satpol PP, dan petugas parkir akan melakukan rekayasa lalu lintas serta pengaturan kendaraan sesuai pembagian area yang telah ditetapkan.
Lebih lanjut, kawasan Kuningan Islamic Center akan diberlakukan sebagai area steril pada Minggu, 7 Juni 2026, sejak pagi hari. Selama proses penyambutan berlangsung, aktivitas pedagang kaki lima maupun kegiatan lain yang berpotensi mengganggu jalannya acara tidak diperkenankan.
”Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung pengaturan yang telah disepakati. Semua langkah ini dilakukan demi kenyamanan jemaah yang baru kembali dari Tanah Suci dan agar proses penyambutan dapat berjalan dengan tertib,” kata Emup.
Dalam rapat tersebut juga dibahas kesiapan armada penjemputan jemaah di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Bus penjemput dan truk pengangkut koper dijadwalkan sudah berada di bandara paling lambat tiga jam sebelum pesawat yang membawa jemaah haji mendarat.
Emup menegaskan, seluruh instansi terkait diminta menyiapkan personel, sarana, dan prasarana sesuai tugas masing-masing. Seluruh perangkat pendukung pemulangan jemaah juga harus siap dan terkoordinasi paling lambat satu hari sebelum pelaksanaan pemulangan setiap kloter.
”Dengan sinergi seluruh pihak, kami berharap proses pemulangan jemaah haji Kabupaten Kuningan tahun 2026 dapat berlangsung lancar, aman, dan memberikan kesan yang baik bagi para jemaah maupun keluarga yang menjemput,” tutupnya.
Hal yang sama disampaikan Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Kuningan, H. Ahmad Fauzi. Menurutnya, kepulangan jamaah haji menjadi momen penting yanh diharapkan semua pihak, terutama keluarga jamaah. Karena itu pihaknya berupaya maksimal supaya kedatangan para jamaah sesuai waktu dan harapan keluarga.




