Penulis oleh: Anisah Syahidah

Dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di zaman serba digital atau yang sering disebut sebagai era society 5.0, tentunya kita sudah tidak asing lagi mendengar istilah AI (Artificial Intelligence), yaitu teknologi kecerdasan buatan yang dirancang untuk meniru kemampuan manusia, baik dalam berpikir, menganalisis, mengambil keputusan, maupun menyelesaikan pekerjaan.

Kehadiran AI memberikan berbagai kemudahan dalam kehidupan. Namun, di sisi lain, baik disadari maupun tidak, AI telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari, seperti mencari jawaban atas pertanyaan, memberikan perintah, menyelesaikan pekerjaan, dan lain sebagainya.Selain itu, perkembangan AI membawa pengaruh besar terhadap kemampuan kognitif manusia, yaitu kemampuan berpikir, memahami, mengingat, dan memecahkan masalah.

Pengaruh tersebut dapat menimbulkan dampak positif maupun negatif, tergantung pada bagaimana AI digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Dampak Positif AI terhadap Kemampuan Kognitif

AI (Artificial Intelligence) memberikan berbagai dampak positif terhadap kemampuan kognitif manusia. Salah satunya adalah membantu manusia memperoleh informasi dengan lebih cepat dan praktis sehingga proses belajar menjadi lebih mudah dan efisien.

Teknologi seperti ChatGPT atau Google Gemini dapat membantu menjelaskan materi, membuat rangkuman, serta mencari referensi pembelajaran.

Penggunaan AI juga dapat meningkatkan produktivitas karena berbagai pekerjaan dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Dengan demikian, manusia dapat lebih fokus pada kreativitas dan pemikiran yang lebih mendalam.

Selain itu, AI juga membantu manusia dalam menganalisis data dan memahami informasi dengan lebih cepat sehingga mendukung proses pengambilan keputusan.

Dampak Negatif AI terhadap Kemampuan Kognitif

Di balik manfaatnya, AI juga memiliki dampak negatif terhadap kemampuan kognitif manusia apabila digunakan secara berlebihan. Kemudahan memperoleh jawaban instan dari AI dapat menyebabkan menurunnya kemampuan berpikir kritis karena manusia menjadi kurang terbiasa menganalisis dan mencari solusi secara mandiri.

Terlebih lagi, penggunaan AI yang terus-menerus juga dapat menimbulkan ketergantungan terhadap teknologi, di mana seseorang merasa kesulitan menyelesaikan tugas tanpa bantuan AI.

Tidak hanya itu, kemampuan problem solving atau pemecahan masalah juga dapat berkurang karena AI sering memberikan solusi secara cepat tanpa melalui proses berpikir yang panjang.

Lalu, bagaimana cara menyikapinya?

Dalam Islam, teknologi pada dasarnya boleh digunakan selama membawa manfaat dan tidak bertentangan dengan syariat.

Sementara itu, dalam Al-Qur’an Surah Al-Mujadilah ayat 11 dijelaskan bahwa Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang berilmu. Dengan kata lain, penggunaan teknologi juga termasuk bagian dari pemanfaatan ilmu yang perlu dilakukan secara bijaksana.

Oleh karena itu, alangkah baiknya kita sebagai seorang Muslim bisa lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi dengan menggunakan AI sesuai kebutuhan, bukan secara berlebihan. ***