
KUNINGAN — Klub futsal kebanggaan Kabupaten Kuningan, Proton FC, baru saja menancapkan tonggak sejarah baru dalam konstelasi futsal nasional. Tim besutan Thony Indra Gunawan ini resmi menyegel titel Juara Regular Series Pro Futsal League (PFL) 2 Indonesia musim kompetisi 2025/2026. Keberhasilan memuncaki klasemen akhir fase reguler ini sekaligus menggaransi satu tiket otomatis bagi Proton FC untuk melenggang ke fase krusial yaitu Championship Round atau babak Final Four.
Catatan statistik Proton FC sepanjang musim ini terbilang impresif. Dari total laga yang dilakoni, tim ini sukses mengemas 8 kemenangan, 4 hasil imbang, dan hanya menelan 2 kali kekalahan. Konsistensi meraup poin demi poin inilah yang pada akhirnya menasbihkan mereka sebagai kekuatan baru yang wajib diperhitungkan di kasta kedua kompetisi futsal tanah air.
Pengamat dan pelaku futsal menilai, moncernya performa Proton FC bukan sekedar faktor keberuntungan instan. Di atas lapangan, anak-anak Kuningan ini memperlihatkan identitas permainan yang matang, organisasi pertahanan yang solid serta efisiensi tinggi dalam mengonversi peluang menjadi gol.
Namun, potret sukses ini sejatinya berakar dari balik layar. Manajemen klub tidak sekadar jor-joran mengejar trofi jangka pendek, melainkan berinvestasi pada pembangunan ekosistem yang berkelanjutan. Langkah ini terlihat dari integrasi yang mereka lakukan, mulai dari pengelolaan akademi pemain muda, pembangunan media olahraga internal, hingga penciptaan iklim kompetisi usia dini yang kompetitif di daerah.
“Menjadi juara Regular Series adalah pencapaian yang patut disyukuri, tetapi target besar kami belum selesai. Fokus kami sekarang adalah mematangkan persiapan menjelang Championship Round,” ujar salah satu perwakilan manajemen Proton FC belum lama ini.
Menjaga Momentum di “Final Four”
Euforia juara reguler kini harus segera dilipat. Jajaran tim pelatih bergerak cepat mengalihkan fokus para pemain ke babak Final Four, tempat di mana empat tim terbaik akan saling silet demi memperebutkan takhta tertinggi PFL 2 Indonesia. Evaluasi total mulai digulirkan, mencakup peningkatan ketahanan fisik, pemantapan skema taktik, hingga analisis mendalam terhadap kekuatan calon lawan.
Aspek mental juga menjadi sorotan utama. Pasalnya, atmosfer pertandingan di fase gugur dipastikan bakal jauh lebih sarat tekanan ketimbang fase reguler. Tim pelatih dituntut menjaga grafik performa pemain agar tidak antiklimaks di laga penentuan nanti.
Keberhasilan Proton FC ini tak pelak memicu gelombang kebanggaan khususnya bagi masyarakat Kabupaten Kuningan dan Jawa Barat. Klub ini menjadi bukti sahih bahwa tim yang lahir dari daerah mampu berbicara banyak di level nasional, asalkan dikelola dengan manajemen yang profesional dan visi korporasi yang cetar.
Kini, dengan mengusung jargon “One Team, One Dream” serta sokongan dari Manggung Jaya Abadi, misi Proton FC tinggal menyisakan beberapa jengkal lagi. Dukungan kolektif dari pemerintah daerah, komunitas futsal, hingga sektor swasta di Kuningan diharapkan menjadi bahan bakar tambahan bagi klub untuk menuntaskan ambisi mereka yaitu membawa pulang trofi juara nasional ke tanah kelahiran. ***
MAJU SELANGKAH LAGI, PROTON FC KUNCI GELAR JUARA REGULAR SERIES
KUNINGAN — Klub futsal kebanggaan Kabupaten Kuningan, Proton FC, baru saja menancapkan tonggak sejarah baru dalam konstelasi futsal nasional. Tim besutan Thony Indra Gunawan ini resmi menyegel titel Juara Regular Series Pro Futsal League (PFL) 2 Indonesia musim kompetisi 2025/2026. Keberhasilan memuncaki klasemen akhir fase reguler ini sekaligus menggaransi satu tiket otomatis bagi Proton FC untuk melenggang ke fase krusial yaitu Championship Round atau babak Final Four.
Catatan statistik Proton FC sepanjang musim ini terbilang impresif. Dari total laga yang dilakoni, tim ini sukses mengemas 8 kemenangan, 4 hasil imbang, dan hanya menelan 2 kali kekalahan. Konsistensi meraup poin demi poin inilah yang pada akhirnya menasbihkan mereka sebagai kekuatan baru yang wajib diperhitungkan di kasta kedua kompetisi futsal tanah air.
Pengamat dan pelaku futsal menilai, moncernya performa Proton FC bukan sekedar faktor keberuntungan instan. Di atas lapangan, anak-anak Kuningan ini memperlihatkan identitas permainan yang matang, organisasi pertahanan yang solid serta efisiensi tinggi dalam mengonversi peluang menjadi gol.
Namun, potret sukses ini sejatinya berakar dari balik layar. Manajemen klub tidak sekadar jor-joran mengejar trofi jangka pendek, melainkan berinvestasi pada pembangunan ekosistem yang berkelanjutan. Langkah ini terlihat dari integrasi yang mereka lakukan, mulai dari pengelolaan akademi pemain muda, pembangunan media olahraga internal, hingga penciptaan iklim kompetisi usia dini yang kompetitif di daerah.
“Menjadi juara Regular Series adalah pencapaian yang patut disyukuri, tetapi target besar kami belum selesai. Fokus kami sekarang adalah mematangkan persiapan menjelang Championship Round,” ujar salah satu perwakilan manajemen Proton FC belum lama ini.
Menjaga Momentum di “Final Four”
Euforia juara reguler kini harus segera dilipat. Jajaran tim pelatih bergerak cepat mengalihkan fokus para pemain ke babak Final Four, tempat di mana empat tim terbaik akan saling silet demi memperebutkan takhta tertinggi PFL 2 Indonesia. Evaluasi total mulai digulirkan, mencakup peningkatan ketahanan fisik, pemantapan skema taktik, hingga analisis mendalam terhadap kekuatan calon lawan.
Aspek mental juga menjadi sorotan utama. Pasalnya, atmosfer pertandingan di fase gugur dipastikan bakal jauh lebih sarat tekanan ketimbang fase reguler. Tim pelatih dituntut menjaga grafik performa pemain agar tidak antiklimaks di laga penentuan nanti.
Keberhasilan Proton FC ini tak pelak memicu gelombang kebanggaan khususnya bagi masyarakat Kabupaten Kuningan dan Jawa Barat. Klub ini menjadi bukti sahih bahwa tim yang lahir dari daerah mampu berbicara banyak di level nasional, asalkan dikelola dengan manajemen yang profesional dan visi korporasi yang cetar.
Kini, dengan mengusung jargon “One Team, One Dream” serta sokongan dari Manggung Jaya Abadi, misi Proton FC tinggal menyisakan beberapa jengkal lagi. Dukungan kolektif dari pemerintah daerah, komunitas futsal, hingga sektor swasta di Kuningan diharapkan menjadi bahan bakar tambahan bagi klub untuk menuntaskan ambisi mereka yaitu membawa pulang trofi juara nasional ke tanah kelahiran. ***




