KUNINGAN – Di balik upaya perlindungan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Kuningan, terdapat sosok-sosok yang selama ini bekerja tanpa banyak sorotan. Mereka adalah Euis Nurmala, Kasubag Tata Usaha UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), dan Indah Wulansari yang mengemban tugas sebagai konselor.

Sejak UPTD PPA Kabupaten Kuningan berdiri pada tahun 2022, keduanya menjadi bagian dari tim yang berada di garis depan dalam menangani berbagai persoalan yang menimpa perempuan dan anak. Dengan sumber daya manusia yang terbatas, mereka tetap berupaya memberikan pelayanan dan pendampingan terbaik bagi masyarakat.

Euis Nurmala mengungkapkan, selama bertugas dirinya telah menghadapi beragam dinamika dalam penanganan kasus. Pengalaman tersebut membentuk jam terbang yang tidak sedikit bagi para petugas di UPTD PPA.

“Macam-macam kasus sudah kami temui. Ada yang sulit ditangani, tetapi justru dari situ kami banyak belajar. Situasi seperti itu menjadi tantangan tersendiri dalam proses pendampingan,” ujarnya saat didampingi Indah Wulansari.

Meski hanya didukung dua orang konselor, UPTD PPA mampu menangani lebih dari seratus kasus perempuan dan anak melalui kerja sama dan koordinasi dengan berbagai pihak di lapangan.

Bagi Indah, profesi sebagai konselor bukan sekedar pekerjaan, melainkan panggilan untuk membantu mereka yang membutuhkan perlindungan dan pendampingan. Di tengah keterbatasan jumlah tenaga profesional, dirinya bersama rekan-rekan lainnya terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi agar pelayanan yang diberikan semakin optimal.

Menurut Euis, kebutuhan akan tenaga konselor yang kompeten masih menjadi tantangan yang dihadapi UPTD PPA saat ini. Namun, kata dia, dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kepala Dinas PPKBP3A Kabupaten Kuningan, pelayanan terhadap perempuan dan anak dapat terus berjalan.

Dedikasi Euis dan Indah menjadi gambaran bahwa perlindungan terhadap perempuan dan anak tidak hanya membutuhkan regulasi, tetapi juga kehadiran para pendamping yang bekerja dengan hati.

Hingga kini, keduanya terus menjadi bagian penting dalam menghadirkan rasa aman dan harapan bagi perempuan dan anak di Kabupaten Kuningan.