
KUNINGAN – Sebuah rumah milik almarhumah, Omih, yang telah lama tidak berpenghuni di Dusun Margawardana, RT 02 RW 02, Desa Cidahu, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, hangus dilahap si jago merah, Minggu malam (7/6/2026). Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 23.20 WIB itu diduga dipicu oleh korsleting listrik.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang melihat kobaran api mulai membesar dari bangunan rumah permanen berukuran sekitar 6 x 8 meter. Menurut keterangan saksi, Salim, api dengan cepat membesar sehingga menimbulkan kepanikan warga.
Kepala Desa Cidahu, Abdul Munir, menjelaskan bahwa rumah yang terbakar merupakan hunian kosong selama kurang lebih delapan tahun. “Rumah tersebut sudah lama tidak ditempati. Saat kejadian tidak ada penghuni maupun aktivitas di dalam rumah,” ujarnya.
Warga yang mengetahui kejadian sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun karena kobaran api semakin besar dan dikhawatirkan merambat ke rumah-rumah di sekitarnya, salah seorang warga bernama, Teti, segera melaporkan kejadian tersebut ke UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan.
Menerima laporan pada pukul 23.50 WIB, sebanyak tujuh personel Regu 3 UPT Pemadam Kebakaran langsung diberangkatkan menuju lokasi. Petugas tiba sekitar pukul 00.40 WIB dan segera melakukan upaya pemadaman serta pendinginan.
Proses penanganan berlangsung selama sekitar 40 menit hingga api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 01.20 WIB. Pemadaman turut dibantu oleh anggota Polsek Pasawahan, perangkat Desa Cidahu, dan warga setempat.
Andri Arga Kusumah selaku Kepala UPT Damkar Kuningan menyebut, kerugian materi diperkirakan mencapai Rp26,8 juta. Beruntung, kata dia, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
”Berdasarkan hasil pendataan sementara, bangunan rumah berikut sejumlah parabot di dalamnya mengalami kerusakan akibat terbakar,” ujarnya.
Ia menduga penyebab kebakaran berasal dari korsleting listrik. Meski demikian, penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan untuk memastikan sumber api.
Oleh karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran dengan memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman danmemeriksa peralatan elektronik secara berkala.
”Segera melapor kepada petugas apabila terjadi kebakaran agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko kerugian dapat diminimalkan,” tutupnya.




