
KUNINGAN – Persoalan sampah dinilai bukan lagi isu lingkungan, tetapi juga dapat menjadi sumber energi dan kekuatan ekonomi. Potensi tersebut bisa dinikmati jika dikelola secara tepat.
Hal tersebut disampaikan Anggota DPR RI Komisi XII, Rokhmat Ardiyan, saat menggelar kegiatan sosialisasi program kampung iklim di salah satu cafe terkenal di Kuningan, Minggu, (5/7/2026).
Menurutnya, permasalahan sampah tak hanya terjadi di Kuningan saja, tetapi hampir seluruh daerah di Indonesia. Oleh karena itu, pihaknya terus mendorong berbagai inovasi dalam pengelolaan sampah dengan menggandeng berbagai pihak agar limbah tidak lagi menjadi beban, melainkan sumber daya yang bermanfaat.
Gagasan pemanfaatan sampah, kata dia, dapat menjadi energi juga sejalan dengan berbagai pembahasan di Komisi XII DPR RI mengenai pengembangan energi baru terbarukan.
“Persoalan sampah tidak hanya terjadi di Kuningan, tetapi juga di berbagai daerah, terutama DKI Jakarta. Pemerintah menggandeng berbagai pihak agar sampah bisa diubah menjadi energi. Bahkan sampah plastik juga bisa diolah menjadi paving block,” ujarnya.
Ia mencontohkan, terdapat daerah yang justru membutuhkan pasokan sampah sebagai bahan baku industri pengolahan. Selain diolah menjadi paving block, sampah juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif yang pada akhirnya berkontribusi dalam menghasilkan energi listrik.
Pria yang kerap disapa HRA itu menilai, pengembangan teknologi pengolahan sampah harus didukung dengan kebijakan dan anggaran yang memadai. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi kunci untuk menyelesaikan persoalan sampah secara berkelanjutan.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, di Kabupaten Kuningan sampah tengah menjadi sorotan penting, terutama TPSA Ciniru yang kini kondisinya menggunung. Tiap harinya, sampah yang masuk ke TPSA tersebut puluhan ton. Bahkan, bisa mencapai ratusan jika momentum hari raya.
Mengenai kondisi tersebut, HRA mengaku telah berupaya mendorong bantuan dari kementerian agar penanganan sampah di Kabupaten Kuningan dapat segera diperbaiki.
“Saya sebagai anggota DPR RI sudah meminta bantuan kepada kementerian. Mudah-mudahan persoalan TPSA Ciniru bisa kita atasi bersama sehingga pengelolaan sampah di Kuningan menjadi lebih baik,” katanya.
Ia juga berharap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mampu memperkuat tata kelola pemerintahan, termasuk pemberantasan korupsi, sehingga berbagai program pembangunan, termasuk di sektor lingkungan, dapat berjalan lebih optimal.




