
KUNINGAN – Pesik Kuningan optimistis bisa menaklukan Perserikatan Sepakbola Ngada di semifinal Liga 4 Piala Presiden. Laga sengit tersebut digelar di Stadion Sriwedari, Surakarta, Rabu, (8/7/2026) pukul 14.30 WIB.
Tim bertajuk Laskar Kuda Ciremai itu disebut-sebut tengah mempersiapkan diri secara maksimal menghadapi pertandingan penentuan tersebut. Seluruh pemain dalam kondisi siap tempur dan bertekad memberikan penampilan terbaik demi mengamankan satu tiket ke partai final.
Manajemen Pesik, Nono Sujono, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tim yang mampu melangkah hingga babak semifinal.
Menurutnya, seluruh elemen tim kini fokus mempersiapkan diri secara maksimal agar dapat tampil optimal saat menghadapi Perserikatan Sepakbola Ngada.
“Alhamdulillah kita sudah sejauh ini. Jelang semifinal tentunya kita melakukan persiapan secara maksimal. Anak-anak dalam kondisi fisik yang prima, hanya satu pemain yang mengalami cedera. Sore ini juga kami melakukan latihan taktik dan strategi. Besok merupakan laga hidup mati yang sangat krusial untuk bisa lolos ke final,” ujarnya, Selasa, (7/7/2026).
Nono optimistis para pemain mampu menampilkan permainan terbaiknya. Ia berharap kerja keras yang telah dilakukan selama persiapan dapat membuahkan hasil manis dan membawa Pesik melangkah ke partai puncak Liga 4 Piala Presiden.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Kuningan untuk memberikan doa dan dukungan kepada Laskar Kuda Ciremai agar mampu mengatasi perlawanan wakil Ngada dan mewujudkan target menjadi juara.
“Insyaallah dengan kerja keras, disiplin, serta doa dan dukungan seluruh masyarakat Kuningan, kami berharap bisa melewati pertandingan besok dan melaju ke final. Mohon doa dari seluruh warga Kuningan agar Pesik bisa memberikan hasil terbaik,” tuturnya.
Keberhasilan menembus final, kata dia, akan menjadi langkah penting bagi Pesik untuk mewujudkan ambisi meraih gelar juara Liga 4 Piala Presiden, sekaligus melanjutkan tren positif setelah memastikan tiket promosi ke Liga 3 musim depan.
“Tentu Dukungan penuh dari masyarakat Kuningan menjadi suntikan motivasi bagi para pemain untuk berjuang habis-habisan di atas lapangan,” tutupnya.




