KUNINGAN  – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah dimanfaatkan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kuningan sebagai ruang refleksi untuk memperkuat nilai keteladanan, persaudaraan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat Bersama HMI-KAHMI, Jalan Cut Nyak Dien, Kelurahan Windusengkahan, Rabu (23/9/2026), dihadiri jajaran pengurus dan kader HMI Kuningan, keluarga besar KAHMI, serta sejumlah tamu undangan.

Ketua Umum HMI Cabang Kuningan, Muhammad Naufal Harist, mengatakan Maulid Nabi tidak semestinya berhenti pada kegiatan seremonial. Bagi kader HMI, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk kembali melihat keteladanan Rasulullah SAW dan menerjemahkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Maulid Nabi menjadi momentum bagi kita untuk kembali merefleksikan keteladanan Rasulullah, terutama dalam membangun integritas, kepedulian sosial, persaudaraan, dan semangat memberikan kontribusi bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai nilai-nilai tersebut penting bagi mahasiswa yang tidak hanya dituntut memiliki kapasitas intelektual, tetapi juga kepekaan terhadap persoalan sosial di tengah masyarakat.

Sementara itu, Presidium KAHMI Kuningan, Diding Wahyudin, menekankan bahwa hubungan HMI dan KAHMI tidak sebatas ikatan organisasi. Relasi tersebut juga tumbuh dari kekeluargaan, silaturahmi, dan kesinambungan pengabdian.

“Momentum seperti ini penting untuk memperkuat silaturahmi antara kader HMI dan alumni. Semangat perjuangan harus terus dirawat dan diteruskan dalam bentuk pengabdian yang nyata,” ungkapnya.

Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriyani, turut menyoroti posisi mahasiswa sebagai bagian penting dalam proses pembangunan daerah. Menurutnya, mahasiswa memiliki ruang untuk menjaga nilai kebangsaan dan keagamaan sekaligus membangun kehidupan sosial yang harmonis.

“Mahasiswa adalah bagian penting dari pembangunan. Saya berharap kader-kader HMI dapat terus menjaga semangat belajar, berpikir kritis, membangun persaudaraan, dan memberikan kontribusi nyata untuk Kabupaten Kuningan,” katanya.

Ia menambahkan, keteladanan Nabi Muhammad tetap relevan dalam kehidupan masyarakat saat ini. Nilai tersebut dapat diwujudkan melalui sikap saling menghargai, kepedulian terhadap sesama, serta kemauan untuk ikut mengambil bagian dalam membangun daerah.

Pertemuan tersebut kemudian ditutup dengan doa dan pemotongan tumpeng. Simbol sederhana itu menjadi penanda kebersamaan antara kader HMI, KAHMI, dan para tamu yang hadir, sekaligus menguatkan pesan bahwa nilai-nilai Maulid Nabi tidak berhenti dalam peringatan, tetapi diharapkan hadir dalam sikap dan pengabdian di tengah masyarakat.