
KUNINGAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan terus mendorong keberadaan lembaga pemasyarakatan agar tidak hanya berfokus pada pembinaan warga binaan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
Hal itu diwujudkan melalui kegiatan bakti sosial berupa kerja bakti memperbaiki sejumlah titik jalan menuju area wisata, tepatnya di Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Jum’at pagi, (25/9/2026). Sebanyak tujuh warga binaan turut dilibatkan dalam kegiatan tersebut.
Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Eries Sugiyanto mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mengubah pandangan masyarakat terhadap keberadaan lapas.
“Ini bagian dari bakti lembaga pemasyarakatan untuk masyarakat. Kita punya tagline, Pemasyarakatan Pasti Bermanfaat Bagi Masyarakat. Kami ingin mengubah mindset masyarakat bahwa keberadaan lapas harus memberikan manfaat,” ujar Eries.
Menurutnya, perbaikan jalan dilakukan karena sejumlah lubang dinilai dapat membahayakan pengguna jalan, terlebih saat memasuki musim penghujan. Melalui kegiatan tersebut, pihaknya berharap kehadiran Lapas Kuningan dapat dirasakan secara positif oleh masyarakat.
“Kami melihat banyak lubang yang nantinya ketika musim penghujan bisa berbahaya bagi pengendara. Mudah-mudahan ini menjadi hal yang positif buat masyarakat, sehingga keberadaan kami menjadi bagian yang mendukung dan bermanfaat,” katanya.
Eries menambahkan, kegiatan sosial tersebut tidak akan berhenti pada perbaikan jalan. Pihaknya akan melihat berbagai fasilitas umum (Fasum) yang membutuhkan dukungan dan memungkinkan untuk dibantu melalui kegiatan bakti kepada masyarakat.
“Ke depan akan kami lihat apakah ada fasum yang memang perlu kami bantu. Misalnya dari pemerintah daerah terkait selokan yang mampet, nanti kami akan turun membantu pemerintah daerah dalam mempersiapkan pencegahan, supaya musim penghujan di Kabupaten Kuningan tetap aman,” ujarnya.
Selain kegiatan sosial di luar lapas, Lapas Kuningan juga terus menyiapkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Salah satunya akan dikembangkan di kawasan Open Camp Palutungan melalui kegiatan budidaya sapi perah dan sapi pedaging.
“Untuk pembinaan kemandirian, nanti di Open Camp Palutungan akan kami buka kegiatan budidaya sapi perah dan juga sapi pedaging. Untuk sapi pedaging rencananya mulai November,” katanya.
Saat ini, jumlah warga binaan di Lapas Kelas IIA Kuningan tercatat sekitar 462 orang pada 2026. Pelibatan tujuh warga binaan dalam kegiatan kerja bakti menjadi salah satu bentuk pembinaan yang diarahkan agar warga binaan dapat berkontribusi dan berinteraksi secara positif dengan lingkungan masyarakat.





