
KUNINGAN – Langkah berani diambil oleh Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, H. Rokhmat Ardiyan (HRA). Politisi nasional asal Kuningan ini secara terbuka mengumumkan sayembara bagi seluruh lapisan masyarakat yang mampu mengungkap praktik kecurangan dalam distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
Pernyataan tegas tersebut disampaikannya saat menghadiri agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelayanan BBM Subsidi Menggunakan Surat Rekomendasi, yang berlangsung di Hotel Horison Tirta Sanita, Kuningan, pada Senin (27/4/2026).
Dalam arahannya, Rokhmat Ardiyan menekankan bahwa BBM bersubsidi merupakan hak masyarakat kecil yang harus dijaga dari tangan-tangan tidak bertanggung jawab. Ia menyoroti pentingnya akurasi distribusi agar anggaran negara benar-benar dirasakan oleh mereka yang berhak.
“Saya tidak ingin BBM subsidi masuk ke kantong orang kaya. Ini harus tepat sasaran untuk rakyat kecil. Ini barang milik negara, milik rakyat. Jangan sampai dicurangi,” tegasnya dengan nada bicara yang lugas.
Sebagai bentuk keseriusan dalam mengawal amanah rakyat, HRA menantang masyarakat untuk berani melapor jika menemukan adanya indikasi penyelewengan di lapangan.
“Kalau ada kecurangan, baik itu terjadi di SPBU, SPBE, internal Pertamina, atau di mana pun, segera laporkan ke aparat penegak hukum. Saya pribadi akan memberikan hadiah bagi siapa pun yang berhasil mengungkapnya. Ini adalah bentuk komitmen kita menjaga hak rakyat,” tandasnya.
Di hadapan para peserta Bimtek, HRA juga mengajak masyarakat untuk mensyukuri stabilitas harga energi di Indonesia. Di saat ketidakpastian geopolitik global meningkat, terutama akibat konflik Iran dengan Israel-AS yang memicu pemblokiran Selat Hormuz, Presiden Prabowo Subianto tetap konsisten tidak menaikkan harga BBM subsidi.
“Di negara lain, harga BBM sudah naik berkali-kali lipat, bahkan ada yang stoknya kosong sama sekali. Namun, Pak Prabowo sangat empati kepada rakyat. Beliau menjaga harga agar pertumbuhan ekonomi kita di angka 5 hingga 6 persen tetap terjaga,” jelas HRA.
Ia pun memberikan apresiasi khusus kepada Pertamina yang terus berupaya menjaga pasokan nasional di tengah situasi sulit tersebut. “Apresiasi juga buat Pertamina, mari kita beri tepuk tangan untuk kerja keras mereka,” ajaknya.
Meski mengapresiasi kinerja distribusi secara umum, Rokhmat Ardiyan juga memberikan catatan kritis kepada Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Ia meminta instansi tersebut untuk lebih proaktif dan tidak pasif dalam melakukan pengawasan di lapangan.
“BPH Migas jangan banyak diam. Harus lebih intens bersinergi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk menindak tegas para pelaku kecurangan. Pengawasan harus diperketat dari hulu ke hilir,” ucapnya.
Khusus untuk wilayah Kabupaten Kuningan, HRA memberikan atensi spesial. Ia meminta agar pelayanan di setiap SPBU di Kuningan berjalan optimal tanpa ada kendala kekurangan stok, terutama untuk jenis Solar.
“Alhamdulillah, sejauh ini di Kuningan belum ada temuan kecurangan yang signifikan. Namun, saya titip pesan, jangan sampai ada SPBU di Kuningan yang stok solarnya kosong. Mari kita bangun komitmen bersama demi pelayanan terbaik untuk masyarakat,” pungkasnya. ***




