KUNINGAN – Ahmad Jayadi, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) periode 2024-2027 dinyatakan demisioner setelah pihaknya membacakan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ).
Pemaparan LPJ itu salah satu rangkaian dalam kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) ke XVIII yang dilaksanakan di Ipukan Highlind, Senin, (16/2/2026). Selain ruang untuk evaluasi kinerja selama satu periode, kegiatan itu juga menjadi forum strategis untuk menentukan nahkoda baru yang akan melanjutkan roda kepemimpinan KNPI ke depan.
Musda tersebut menetapkan Ayep Setiawan yang akrab disapa Adon sebagai Ketua KNPI periode 2026–2029. Ia terpilih secara aklamasi dalam forum tersebut. Meski sempat diwarnai sejumlah dinamika, Ajay mengaku bersyukur karena seluruh rangkaian Musda dapat diselesaikan dengan lancar dan sukses.
”Alhamdulillah kegiatan berlangsung dengan lancar dan khidmat, walaupun ada beberapa dinamika itu sesuatu yang wajar,” ujar Ajay usai kegiatan.
Ia berpesan kepada ketua terpilih agar dapat melanjutkan berbagai program yang telah dijalankan selama masa kepemimpinannya di KNPI. Selain itu, ia juga menekankan kepada kepengurusan yang baru dapat menjaga soliditas organisasi dan memperkuat kolaborasi dengan pemberdayaan.
”Mudah-mudahan program yang telah kami jalankan dapat dilanjutkan apabila dinilai baik. Adapun jika masih terdapat kekurangan, hal tersebut menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan agar lebih baik lagi,” pesannya.
Kemudian, Kepala Desa Jatimulya Kecamatan Cidahu itu juga menerangkan bahwa di akhir kepemimpinannya berhasil melakukan peremajaan kepengurusan. Menurutnya, langkah tersebut diambil sesuai dengan ketentuan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), untuk memastikan batas usia kepengurusan maksimal 31 tahun.
”Di akhir kepengurusan juga, kami mengeluarkan KTA untuk para ketua di pimpinan kecamatan. KTA itu bukan hanya sekedar identitas, tetapi multi fungsi dan salah satunya bisa digunakan untuk pembayaran elektrik di tol,” pungkasnya. (Icu)
next post
