KUNINGAN – Seorang ibu rumah tangga (IRT) inisial, L (47), asal Kelurahan Cigugur, Kecamatan Cigugur, yang sempat berupaya mengakhiri hidupnya pada Senin (8/6/2026), kini berangsur membaik. Korban saat ini berada di rumah perlindungan sementara milik UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Kuningan dan mendapat pendampingan intensif.

Kasubag TU UPTD PPA Kabupaten Kuningan, Euis Nurmala, mengatakan bahwa korban terus mendapat pengawasan serta pendampingan dari lembaga yang dikelolanya.

“Alhamdulillah kondisinya sekarang sudah membaik. Saat ini korban berada di rumah perlindungan sementara yang disediakan UPTD PPA. Korban tetap diawasi dan didampingi oleh kami,” ujar Euis, Selasa, (9/6/2026) saat dikonfirmasi Cikalpedia.id.

Ia mengungkapkan, dugaan sementara pemicu aksi nekat tersebut adalah konflik rumah tangga. Saat kejadian, kata dia korban diduga hendak mengakhiri hidupnya dengan menusukkan pisau yang dibawanya ke bagian perut.

“Faktornya diduga karena konflik rumah tangga. Namun kemungkinan faktor lainnya masih terus kami telusuri,” katanya.

Sebelumnya, petugas UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan menerima laporan pada pukul 15.35 WIB terkait adanya seorang warga yang berupaya melakukan bunuh diri di wilayah Mayasih RT 36 RW 09, Kelurahan Cigugur.

Berdasarkan keterangan pelapor yang merupakan suami korban, konflik rumah tangga antara keduanya telah berlangsung sekitar lima tahun dan kerap diwarnai percekcokan. Saat pihak keluarga berusaha mengajak korban melakukan mediasi dan klarifikasi, korban justru datang sambil membawa pisau dengan niat mengakhiri hidupnya.

Mendapat laporan tersebut, lima petugas piket Regu I UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan yang dipimpin langsung Kepala UPT Damkar segera menuju lokasi. Proses penyelamatan juga melibatkan anggota Polsek Cigugur dan Polres Kuningan.

Berkat kesigapan petugas, upaya bunuh diri berhasil digagalkan. Selanjutnya korban diamankan dan diserahkan kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPA) Kabupaten Kuningan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya dukungan keluarga dan lingkungan sekitar terhadap mereka yang sedang menghadapi tekanan psikologis maupun persoalan rumah tangga. Apabila menemukan tanda-tanda serupa, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada pihak terkait agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.