KUNINGAN – Sektor pariwisata terus menunjukkan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah Kabupaten Kuningan. Salah satu destinasi wisata yang kini tercatat menjadi penyumbang pajak terbesar yaitu Wisata Arunika dengan kontribusi mencapai lebih dari Rp.1 miliar pertahun.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bapenda), Drs. Laksono Dwi Putranto, usai kegiatan penghargaan kepada wajib pajak dan pembahasan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kuningan. Kegiatan tersebut berlangsung di Teras Pendopo, Kuningan, Selasa, (26/5/2026).

Menurutnya, sektor objek wisata dinilai menjadi salah satu penopang penting di tengah upaya pemerintah dalam meningkatkan pendapatan daerah.

“Untuk wisata, Arunika paling tinggi kontribusi pajaknya. Dalam setahun bisa lebih dari satu miliar,” ujarnya.

Selain sektor wisata, ia menyebut Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) masih menjadi penyumbang terbesar pajak daerah secara keseluruhan dengan target mencapai Rp.46 miliar.

Pihaknya juga terus mendorong kemudahan pembayaran pajak melalui sistem non tunai. Masyarakat kini dapat melakukan pembayaran secara online, melalui m-banking hingga gerai ritel modern.

Sementara itu, untuk target PAD tahun 2026, ia menargetkan pendapatan mencapai Rp.460 miliar, dengan target pajak daerah sebesar Rp.228 miliar.

“Realisasi sekarang baru 36 hingga 37%,” katanya.

Di sisi lain, Laksono, mengakui masih terdapat sejumlah sektor dengan realisasi rendah, salah satunya pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB). Untuk mengoptimalkan penerimaan tersebut, lanjut dia, pemerintah mulai memasang alat pemantau kendaraan pengangkut material galian di sejumlah titik.

Keberhasilan sektor wisata menyumbang pendapatan miliaran rupiah dinilai menjadi sinyal positif bagi geliat pariwisata Kuningan. Ia berharap capaian tersebut dapat terus meningkat seiring berkembangnya kunjungan wisatawan dan investasi sektor pariwisata di daerah tersebut.