
KUNINGAN – Kondisi bangunan Gedung Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Kuningan menjadi sorotan setelah bagian atap di lantai 3 mengalami kerusakan hingga jebol. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan pegawai maupun masyarakat yang beraktivitas di lingkungan perkantoran tersebut.
Jebolnya atap tersebut diperkirakan sudah terjadi sekitar sebulan lalu. Namun hingga saat ini belum ada penanganan lebih lanjut terhadap kondisi bangunan tersebut. Pantauan Cikalpedia.id, sebagian plafon di lantai 3 tampak roboh dan menyisakan material yang berserakan. Area di sekitar lokasi juga telah dibatasi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Kepala Bagian Umum Setda Kuningan, Sri Mulyati, mengakui bahwa hingga saat ini belum tersedia anggaran pemeliharaan untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Menurutnya, kerusakan pada bagian atap sudah terjadi lebih dari sebulan lalu.
“Untuk pemeliharaan saat ini memang belum ada dana. Kondisi ini sudah cukup lama, sekitar sebulan lebih. Kami khawatir jika dibiarkan dapat membahayakan, sehingga saat ini sedang diajukan agar segera ada penanganan,” ujarnya, Rabu, (10/6/2026).
Ia mengatakan, aspek keselamatan menjadi perhatian utama mengingat kondisi bangunan yang rusak berpotensi menimbulkan risiko bagi para penghuni gedung.
Hal senada disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, U. Kusmana. Ia membenarkan bahwa pada tahun anggaran 2026 belum tersedia alokasi khusus untuk pemeliharaan gedung Setda.
“Biaya pemeliharaan untuk tahun ini memang tidak ada. Mudah-mudahan secepatnya bisa diperbaiki, nanti kita cari bagaimana caranya agar penanganannya bisa segera dilakukan,” katanya.
Menurutnya, pemkab saat ini sedang mengupayakan langkah agar perbaikan atap gedung tersebut dapat segera direalisasikan. Pasalnya, kerusakan yang terjadi dikhawatirkan semakin parah apabila tidak segera ditangani, terlebih memasuki musim hujan yang berpotensi mempercepat kerusakan pada struktur bangunan.




