KUNINGAN – Informasi mengenai kemunculan pocong yang diduga komplotan begal di wilayah Jagara dan sekitarnya dipastikan tidak benar alias hoax. Polisi menegaskan informasi yang sempat viral di media sosial dan grup percakapan warga tersebut diduga hasil rekayasa foto editan.

‎Kasat Reskrim Polres Kuningan, AKP Abdul Aziz, mengatakan pihak kepolisian telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi setelah adanya laporan dan informasi yang beredar luas di masyarakat.

‎“Setelah dilakukan pengecekan oleh anggota Polsek ke TKP dan bertemu dengan beberapa orang yang mengaku melihat serta memfoto, ternyata kejadian tersebut tidak ada,” ujar Abdul Aziz kepada Cikalpedia.id, Rabu (27/5/2026).

‎Menurutnya, hasil pemeriksaan juga mengarah kepada seseorang inisial R yang diduga menjadi pihak yang mengedit foto pocong tersebut hingga kemudian menyebar dan menimbulkan kepanikan warga.

‎“Foto aslinya tidak ada. Yang beredar hanya hasil editan,” tegasnya.

‎Sebelumnya, isu pocong begal sempat membuat warga resah, terutama karena narasi yang beredar menyebut sosok menyeramkan tersebut berkeliaran di malam hari dan mengganggu pengguna jalan. Bahkan sebagian masyarakat mengaitkannya dengan aksi kriminalitas sehingga menimbulkan ketakutan di tengah warga.

‎Polisi pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya, terlebih jika hanya berasal dari media sosial atau pesan berantai.

‎“Kami minta masyarakat tetap tenang dan bijak dalam menerima informasi. Jangan mudah menyebarkan kabar yang belum dipastikan kebenarannya karena bisa memicu keresahan,” tuturnya.

‎Sementara itu, Sekretaris Desa Jagara, Ujang Suprianto, saat dikonfirmasi ulang menjelaskan bahwa pihaknya dengan jajaran Polsek Darma mengecek langsung ke TKP dan menanyakan kebenaran kepada pihak keluarga R.

‎”Saya dengan jajaran Polsek Darma langsung ngobrol dengan orangnya. Pengakuannya, katanya membenarkan kejadian tersebut. Tapi, tidak ada bukti saat diminta keterangan oleh petugas,” ujarnya.

‎Meski demikian, pihaknya akan terus menggencarkan Siskamling untuk mengantisipasi jika kejadian tersebut benar adanya. “Untuk antisipasi dan menjaga situasi tetap kondusif, kami bersama warga akan terus menggencarkan kegiatan siskamling di lingkungan masing-masing,” tutupnya.