Keikutsertaan seorang incumben dalam daftar pendaftar turut menarik perhatian publik. Kehadiran petahana dinilai menambah dinamika seleksi sekaligus membuka ruang kompetisi dengan figur-figur baru dari latar belakang beragam, mulai dari tokoh pendidikan, akademisi, hingga pelaku usaha.
Dari sisi profesi, komposisi pendaftar mencerminkan keberagaman latar belakang. Supriatna dikenal aktif di dunia pendidikan keagamaan melalui AGPAI, Ayip Syaripuddin mewakili unsur dunia usaha, sementara Insan Nulyaman berasal dari kalangan akademisi. Sementara itu, nama Iman Nuryaman, Asmanul Husna, dan Yudi Dede Iskandar tercatat sebagai tokoh masyarakat yang telah lama berkiprah di wilayah masing-masing.
Pemerintah daerah berharap proses penjaringan ini dapat menghasilkan sosok terbaik yang mampu menjalankan peran strategis sesuai tugas dan fungsinya. Karena itu, seluruh tahapan seleksi dirancang terbuka dan akuntabel untuk menjaga kepercayaan publik.
Emup menegaskan, panitia berkomitmen menjalankan proses sesuai aturan tanpa intervensi pihak mana pun. Transparansi menjadi prinsip utama agar hasil akhir benar-benar mencerminkan kualitas dan kompetensi peserta.
“Kami ingin memastikan proses ini berjalan objektif. Siapa pun yang memenuhi syarat dan lolos tahapan akan ditetapkan berdasarkan penilaian, bukan pertimbangan lain,” ujarnya.
Dengan masih terbukanya masa pendaftaran hingga akhir Januari, panitia memperkirakan jumlah pendaftar berpotensi bertambah. Hasil verifikasi administrasi nantinya akan diumumkan secara resmi setelah seluruh dokumen diperiksa.
Proses seleksi ini diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas administratif, tetapi juga momentum menghadirkan figur yang mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan sosial dan kemasyarakatan di Kabupaten Kuningan. (ali)
