“Pemain senior seperti BBS dan Rangga diharapkan bisa menjadi pemicu sekaligus mentor bagi pemain muda. Kombinasi ini yang kami harapkan menjadi kunci permainan tim,” ungkap Thony. Skuad yang gemuk dengan 22 pemain ini akan segera dikerucutkan menjadi 18 nama terpilih pada 10 April mendatang sesuai regulasi kompetisi.
Membangun Piramida, Bukan Sekadar Tim
Satu hal yang membedakan visi Thony Indra Gunawan dengan pemilik klub daerah lainnya adalah investasi pada fondasi jangka panjang. Sembari memburu gelar juara musim ini, ia mulai menyusun ekosistem futsal lewat akademi berjenjang, mulai dari usia 10 tahun hingga kelompok elit U-19. Ini adalah upaya sadar Thony untuk memutus ketergantungan pada pemain instan dan menciptakan pabrik talenta sendiri dari rahim Kuningan.
Namun, di balik skema teknis dan taktis yang rapi, Thony menyadari bahwa timnya butuh “pemain keenam” di tribun penonton. Dukungan publik Kuningan dianggap sebagai bahan bakar non-teknis yang bisa menentukan napas tim saat harus melakoni seri kedua di Sukoharjo hingga babak grand final.
“Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Kuningan. Kami ingin memberikan yang terbaik dan membawa harum nama daerah di kancah nasional,” pungkas Thony.
Bagi Proton FC, PFL 2 bukan sekadar kompetisi, ini adalah panggung pembuktian visi besar Thony Indra Gunawan dalam menjadikan Kuningan sebagai episentrum baru futsal tanah air. (ali)
