
KUNINGAN – Masyarakat Dusun Graha Sarana Jaya (GSJ) Desa Cipakem, Kecamatan Maleber menggelar persemian Masjid Haya Masnur Al-Mujibil Umm Ahmad – Yarhamuhallah. Masjid itu dibangun melalui donasi para muhsinin dari Kuwait bekerja sama dengan Yayasan Al-Fityan Jakarta dan masyarakat setempat.
Peresmian yang dilaksanakan, Selasa, (9/12/2025) itu dipenuhi suasana haru dan penuh syukur. Hadir secara langsung para donatur dari Kuwait, pengurus dan tim Yayasan Al-Fityan, pemerintah desa, dan masyarakat setempat.
Dusun Graha Sarana Jaya merupakan lingkungan baru hasil relokasi pemerintah pasca bencana longsor menimpa. Kurang lebih 5 tahun di pemukiman baru, masyarakat menantikan sarana ibadah yang representatif, yang mendukung aktivitas ibadah dan pembinaan umat.
Ketua BPD sekaligus tokoh masyarakat Desa Cipakem, Diding Wahyudin, menyampaikan sambutan hangat seraya mengekspresikan rasa terima kasih atas kepedulian yang diberikan kepada warga GSJ tersebut.
”Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada para dermawan dari Kuwait. Kehadiran masjid ini menjadi simbol persaudaraan umat Islam yang tidak mengenal batas geografis maupun budaya,” ucap Diding.
Menurutnya, bantuan tersebut bukan sekedar pembangunan fisik, tetapi juga wujud kasih sayang Allah yang dititipkan melalui para muhsinin. Karena itu ia juga memotivasi masyarakat bahwa segala bentuk keluh kesah atau kekhawatiran selama menempati lingkungan baru pasti terobati oleh kasih sayang-Nya yanh sangat luas.
Pada kesemoatan yang sama, Kepala Desa Cipakem, Uci Sanusi, juga turut menyampaikan rasa syukurnya. Ia menuturkan bahwa perjalanan untuk memiliki rumah ibadah baru merupakan proses panjang, terlebih setelah wilayah tersebut dilanda bencana pada 2018.
”Alhamdulillah, akhirnya masjid ini berdiri dengan kokoh berkat dukungan para dermawan. Terima kasih kepada yayasan dan para donatur,” ujarnya.
Perwakilan donatur dari Kuwait juga menyampaikan salam hangat serta doa bagi masyarakat GSJ Desa Cipakem. Pihaknya berharap masjid tersebut menjadi pusat kegiatan ibadah, pendidikan, dan peningkatan akhlak umat.
Acara peresmian ditutup dengan pengguntingan pita yang dilakukan langsung oleh donatur dari Kuwait, kemudian dilanjutkan dengan pembagian bantuan sosial berupa beras dan mushaf al-Qur’an untuk para lansia di lingkungan sekitar.
Masjid yang mengubah total mushola Al-Muhajirin itu kini resmi dan representatif, tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan keagamaan dan penguatan ukhuwah bagi masyarakat setempat. (Icu)





Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.