KUNINGAN- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Jawa Barat merilis peringatan dini cuaca untuk wilayah Ciayumajakuning dan Kabupaten Sumedang. Peringatan tersebut berlaku selama tiga hari, mulai 27 Februari hingga 1 Maret 2026, dengan potensi hujan sedang hingga lebat yang berpeluang disertai angin kencang dan petir.

Dalam rilis resminya, BMKG menyebutkan bahwa pada Kamis, 27 Februari 2026, wilayah yang berstatus waspada meliputi Kota dan Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, serta Kabupaten Sumedang. Kondisi serupa diperkirakan masih berlangsung pada Jumat, 28 Februari, di wilayah yang sama.

Sementara itu, pada Sabtu, 1 Maret 2026, potensi hujan sedang hingga lebat diprakirakan masih terjadi, terutama di wilayah Majalengka, Kuningan, dan Sumedang. BMKG menilai, intensitas hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari berturut-turut berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, genangan, serta pohon tumbang.

Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Barat dalam keterangannya menyampaikan bahwa kondisi cuaca ini dipengaruhi oleh masih aktifnya sistem monsun dan tingginya kandungan uap air di wilayah Jawa Barat bagian timur. Selain itu, pola angin yang cenderung konvergen turut mempercepat pembentukan awan hujan dengan intensitas tinggi.

“Potensi hujan lebat ini perlu diantisipasi bersama, terutama oleh masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor dan bantaran sungai. Kami mengimbau agar warga terus memantau informasi resmi BMKG dan tidak mudah percaya pada informasi cuaca yang tidak jelas sumbernya,” ujar pihak BMKG.

Di sejumlah wilayah, seperti Kuningan dan Majalengka, hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir telah menyebabkan genangan di beberapa titik permukiman dan lahan pertanian. Kondisi ini dikhawatirkan dapat mengganggu aktivitas ekonomi warga, terutama petani dan pedagang kecil.

Pemerintah daerah diharapkan segera meningkatkan kesiapsiagaan dengan memeriksa saluran drainase, menyiagakan petugas kebencanaan, serta mengoptimalkan peran relawan di tingkat desa. Masyarakat juga diminta untuk lebih berhati-hati saat berkendara, menghindari berteduh di bawah pohon besar, serta segera melapor jika menemukan potensi bahaya di lingkungan sekitar.

Dengan masih tingginya curah hujan di akhir Februari hingga awal Maret ini, BMKG menegaskan bahwa kewaspadaan kolektif menjadi kunci untuk meminimalkan risiko dan dampak bencana di wilayah Ciayumajakuning dan Sumedang. (Ali)