
KUNINGAN – Keceriaan bermain dan berenang bersama teman-temannya berubah menjadi tragedi bagi seorang bocah berusia 8 tahun asal Kabupaten Ciamis. Anak berinisial MRT (8) itu ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Cijolang, wilayah Desa Tangkolo, Kecamatan Subang, Kabupaten Kuningan, Senin (8/6/2026).
Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WIB saat korban bersama sejumlah rekannya bermain di sekitar aliran sungai yang berada di kawasan bendungan. Berdasarkan keterangan saksi, korban sempat melompat ke sungai untuk berenang. Namun beberapa saat kemudian, korban tidak lagi terlihat muncul ke permukaan.
Diduga korban mengalami kesulitan saat berada di dalam air setelah tersangkut pada konstruksi besi cor irigasi yang berada di sekitar bendungan. Kondisi tersebut membuat korban tidak dapat menyelamatkan diri.
Kapolsek Subang, IPTU Suhandi mengatakan, warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berupaya melakukan pencarian sambil meminta bantuan kepada petugas terkait.
”Korban dilaporkan tenggelam sekitar pukul 11.00 WIB. Warga bersama BPBD Kabupaten Ciamis kemudian melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian,” ujarnya.
Upaya pencarian berlangsung selama beberapa jam hingga akhirnya korban berhasil ditemukan sekitar pukul 14.00 WIB dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Setelah dievakuasi, petugas bersama tenaga kesehatan melakukan pemeriksaan awal terhadap jenazah korban. Hasil pemeriksaan medis tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun indikasi tindak pidana.
”Dugaan sementara korban meninggal dunia akibat tenggelam dan kehabisan napas. Tidak ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada tindak pidana,” jelas IPTU Suhandi.
Petugas Polsek Subang yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan sejumlah saksi, serta mengumpulkan bahan keterangan guna memastikan penyebab kejadian.
Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Selanjutnya jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Kejadian tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat bermain di area sungai maupun perairan terbuka yang memiliki arus dan kondisi dasar sungai yang berpotensi membahayakan keselamatan.




