
KUNINGAN – Bupati Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar, menegaskan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kuningan sangat bergantung pada kelancaran pendapatan pajak daerah. Menurutnya, pajak yang dibayarkan masyarakat akan langsung dikembalikan dalam bentuk pembangunan jalan, sekolah hingga pelayanan kesehatan.
Hal itu disampaikan olehnya saat memberikan sambutan dalam agenda penghargaan kepada wajib pajak dan pembahasan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kuningan.
“Setiap rupiah pajak yang dibayarkan masyarakat itu tidak mengendap di kas daerah. Semua akan diwujudkan menjadi jalan yang lebih baik, fasilitas sekolah yang lebih bagus dan pelayanan kesehatan yang lebih optimal,” ujar Dian, Selasa, (26/5/2026) di Teras Pendopo.
Ia mengungkapkan, kondisi keuangan daerah sebelumnya sempat berada dalam fase sulit. Infrastruktur jalan rusak, sekolah mengalami kerusakan hingga angka kemiskinan dan pengangguran masih tinggi. Kondisi tersebut diperparah dengan keterbatasan APBD Kabupaten Kuningan.
Namun, berkat dukungan berbagai pihak mulai dari legislatif, SKPD, camat hingga pemerintah desa, Pemkab Kuningan mulai mampu melewati masa kritis fiskal daerah.
Dian menyebut, salah satu strategi utama yang kini dilakukan adalah meningkatkan PAD dengan mengoptimalkan aset-aset daerah yang selama ini terbengkalai dan tidak menghasilkan.
“Aset daerah yang selama ini tidur harus bisa menghasilkan. Kita mulai kerja sama dengan berbagai pihak agar aset pemerintah bisa menjadi sumber pendapatan daerah,” katanya.
Menurut Dian, peningkatan PAD menjadi kunci agar Kabupaten Kuningan tidak tertinggal dari daerah lain. Sebab, kata dia, tanpa kemampuan fiskal yang kuat, pembangunan akan sulit berjalan maksimal.
Dalam kesempatan itu, Dian juga memaparkan progres pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Kuningan. Dari sekitar 300 kilometer jalan rusak, Pemkab Kuningan telah memperbaiki hampir 80 kilometer jalan dalam kurun waktu satu tahun.
“Tahun kemarin kita sudah perbaiki 140 ruas jalan. Tahun ini mulai Juni akan diperbaiki lagi sekitar 100 ruas jalan. Kemantapan jalan sekarang sudah mencapai 82 persen dan saya targetkan akhir tahun bisa mencapai 85 sampai 90 persen,” ungkapnya.
Selain fokus pada peningkatan PAD, Dian juga menegaskan pentingnya transparansi dan tata kelola keuangan daerah yang baik. Ia menargetkan Kabupaten Kuningan mampu memperbaiki status laporan keuangan daerah menjadi lebih baik di tengah proses pembenahan yang sedang berlangsung.
Di sisi lain, Pemkab Kuningan juga mulai mendorong sistem pembayaran pajak secara non-tunai melalui berbagai kanal pembayaran digital agar masyarakat lebih mudah dalam memenuhi kewajiban pajaknya.
“Pembayaran pajak harus dipermudah, jangan sampai masyarakat merasa dipersulit. Dengan sistem online dan non-tunai, kita ingin pelayanan semakin cepat dan transparan,” tutupnya.




