
CIREBON – Sebuah bus pariwisata terbakar di ruas Tol Cipali KM 95+100 arah Jakarta pada Minggu, (15/3/2026) sekitar pukul 16.54 WIB. Peristiwa tersebut sempat menarik perhatian pengguna jalan yang melintas di jalur tersebut.
Berdasarkan keterangan kru bus, insiden bermula saat kendaraan yang tengah melaju tiba-tiba mengeluarkan asap dari bagian mesin. Tak lama kemudian muncul api yang diduga berasal dari hubungan arus pendek atau korsleting pada sistem kelistrikan kendaraan.
Menyadari adanya potensi bahaya, pengemudi langsung menepikan bus ke bahu luar jalan tol guna menghindari risiko yang lebih besar. Beruntung, saat kejadian bus tidak sedang membawa penumpang.
Corporate Communications & Sustainability Management Department Head Astra Tol Cipali, Ardam Rafif Trisilo, mengatakan pihaknya segera mengerahkan petugas patroli setelah menerima laporan dari pengguna jalan.
“Informasi kejadian kami terima sekitar pukul 16.54 WIB. Petugas patroli kemudian bergerak ke lokasi dan tiba pada pukul 17.01 WIB untuk melakukan pengamanan jalur,” ujarnya, Minggu (15/3/2026).
Setelah itu, dua unit armada Pemadam Kebakaran dari Kabupaten Subang dikerahkan ke lokasi untuk melakukan proses pemadaman. Petugas damkar tiba sekitar pukul 17.20 WIB dan langsung melakukan penanganan terhadap kobaran api yang melahap sebagian badan bus.
Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.52 WIB setelah petugas berjibaku selama lebih dari setengah jam. Selama proses penanganan berlangsung, petugas tol melakukan pengaturan lalu lintas guna mencegah kemacetan dan memastikan keselamatan pengguna jalan lainnya.
Dalam peristiwa ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun korban luka. Bus dalam kondisi kosong sehingga pengemudi dan kru berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar.
“Astra Tol Cipali memohon maaf kepada para pengguna jalan atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat gangguan arus lalu lintas selama proses pemadaman,” tambah Ardam.
Pihak pengelola tol juga kembali mengingatkan para pengendara, khususnya pengemudi kendaraan besar, agar rutin memeriksa kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan. Pemeriksaan terhadap sistem kelistrikan, mesin, serta perangkat keselamatan dinilai penting untuk mencegah terjadinya insiden serupa di jalan tol. (frans)




