
KUNINGAN – Gelombang modernisasi dan gempuran budaya pop rupanya tidak lantas membuat generasi muda di Kabupaten Kuningan melupakan akar tradisinya. Fenomena tersebut terekam jelas dalam riuh rendah pelaksanaan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Jenjang Sekolah Dasar (SD) Tingkat Kecamatan Kramatmulya 2026. Dalam ajang pelestarian budaya yang dipusatkan di halaman SDN 2 Ciloa tersebut, kontingen SDN Unggulan Kuningan tampil dominan hingga sukses menorehkan tinta emas sebagai juara umum, Rabu (3/6/2026).
Ajang tahunan ini menjadi panggung pembuktian bagi institusi pendidikan dalam menguji efektivitas kurikulum muatan lokal. Mengandalkan penghayatan sastra yang matang, vokal yang presisi, dan penguasaan panggung yang tenang, delegasi anak-anak dari SDN Unggulan Kuningan berhasil menyisihkan puluhan peserta dari sekolah lain di wilayah Kecamatan Kramatmulya.
Raihan predikat juara umum ini dikunci setelah sekolah tersebut sukses merajai kategori-kategori utama (Podium Juara 1). Di sektor seni tutur, Nabhan Alhazn Hibrizi sukses mengamankan gelar Juara 1 Dongeng Putra lewat teknik mendongeng yang hidup dan ekspresif. Keberhasilan ini disempurnakan di sektor putri, di mana Nasywa Qurrotu’ainin menyabet Juara 1 Dongeng Putri, serta Kanaya Putri Zainab yang tampil memukau juri hingga didapuk sebagai Juara 1 Pupuh Putri.
Koleksi Trofi dari Lini Harapan
Dominasi SDN Unggulan Kuningan tidak hanya bertumpu pada deretan jawara di podium tertinggi. Kedalaman bakat para siswa sekolah ini terlihat dari meratanya raihan piala pada kategori juara harapan di berbagai cabang lomba, mulai dari seni pidato, komedi tunggal, hingga pembacaan puisi teologis.
Pada cabang Biantara (pidato bahasa Sunda), Firza Raiadritia sukses mengamankan posisi Juara Harapan 1 Putra, disusul oleh Frinsiya Mikhayla P yang meraih Juara Harapan 1 Putri. Sementara itu, pada cabang Borangan (komedi tunggal Sunda) yang menuntut kecerdasan logika humor, Dzakira Alya Adzania berhasil membawa pulang trofi Juara Harapan 1 Putri.
Kelengkapan prestasi sekolah ini ditutup oleh Nadhira Ajeng Thafana yang meraih Juara Harapan 2 pada cabang Aksara Sunda Putri, serta penampilan kompak Tim Nadom SDN Unggulan Kuningan yang harus puas menduduki posisi Juara Harapan 3. Rangkaian kemenangan di berbagai lini ini otomatis mengukuhkan akumulasi poin sekolah ke posisi puncak tak tergoyahkan.
Merawat Identitas di Tengah Arus Zaman
Merespons capaian masif anak didiknya, Kepala SDN Unggulan Kuningan, Uus Susanto, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa hasil di FTBI 2026 merupakan buah dari investasi jangka panjang yang melelahkan. Proses penempaan mental, latihan fisik, hingga penyelarasan dialek Sunda dialami para siswa selama berbulan-bulan di bawah bimbingan guru penasihat dan dukungan moral orang tua.
Bagi Uus, esensi sejati dari keikutsertaan dalam FTBI melampaui urusan gengsi mengoleksi piala. “Kami memandang pendidikan bukan sekadar urusan mekanis mengejar nilai akademik di atas kertas. Jauh lebih prinsipil dari itu adalah bagaimana anak-anak sejak dini mengenal tanah pijakannya, mencintai bahasa ibunya, dan tumbuh percaya diri dengan identitas kedaerahan yang mereka sandang,” kata Uus defensif saat ditemui pasca-perlombaan.
Kemenangan mutlak di tingkat kecamatan ini sekaligus menjadi tiket bagi para jawara utama SDN Unggulan Kuningan untuk melangkah ke fase yang lebih berat: FTBI Tingkat Kabupaten Kuningan 2026. Panggung tempat bertemunya para utusan terbaik dari seluruh penjuru kaki Gunung Ciremai demi menjaga nyala lentera bahasa ibu agar tidak padam ditelan zaman. ***




