
TEGAL — Langkah kakinya kecil, namun sorot matanya memperlihatkan keteguhan yang matang. Di atas panggung Happy Time Edusport, Rita Supermall Tegal, Jawa Tengah, Ayasha Ilma Falah sukses memukau dewan juri dan menyisihkan hampir seratus kontestan lainnya dalam ajang Got Talent, Minggu (14/6/2026) kemarin. Bocah berusia 11 tahun asal Kabupaten Kuningan tersebut pulang membawa piala Juara 1, sebuah penegasan atas bakat besar yang kini mulai mekar.
Kompetisi hari itu berjalan ketat. Panggung riuh oleh rupa-rupa unjuk gigi; ada yang meliuk dalam tari, piawai merangkai cerita (storytelling), memperagakan busana, hingga adu teknik vokal. Peserta datang dari pelbagai penjuru Jawa Barat dan Jawa Tengah, membawa ambisi dan persiapan matang masing-masing. Namun, Ayasha yang tercatat sebagai siswi kelas 5 SD ’Aisyiyah Kuningan ini punya magnet tersendiri.
Ketika gilirannya tiba, Ayasha memadukan kekuatan vokal yang jernih dengan penguasaan panggung (stage act) yang dinamis. Alih-alih canggung di hadapan ratusan pasang mata, ia justru tampil lepas. Keberanian dan artikulasi musikalitasnya yang matang di usia belia memikat para juri, yang akhirnya sepakat mengganjarnya dengan akumulasi nilai tertinggi.
Tempaan di Balik Panggung
Keberhasilan Ayasha bukan hasil dari keberuntungan semalam. Di balik performa panggung yang tampak mengalir tanpa beban, ada disiplin ketat dan latihan yang konsisten. Bakat alaminya diasah secara intensif di bawah asuhan Ade Gomes dari Dera Vocal Course. Di sinilah teknik vokal Ayasha dibongkar-pasang, napasnya diatur, dan mental panggungnya ditempa agar tak gentar menghadapi kompetisi regional yang penuh tekanan.

Pihak sekolah SD ’Aisyiyah Kuningan tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya atas pencapaian sang siswi. Bagi institusi pendidikan tersebut, kemenangan Ayasha adalah konfirmasi nyata bahwa ruang tumbuh anak tidak boleh disekat hanya pada pencapaian angka-angka di atas kertas rapor akademik.
“Keberhasilan Ayasha menjadi bukti bahwa peserta didik kami memiliki potensi besar untuk berkembang di luar jalur akademik, khususnya pada bidang seni dan kreativitas,” ujar perwakilan pihak sekolah saat menyambut kepulangan sang juara kecil.
Inspirasi dari Usia Belia
Kemenangan di Tegal ini diyakini akan memicu efek domino bagi iklim kompetisi dan kreativitas di lingkungan sekolah maupun Kabupaten Kuningan secara umum. Ayasha, dengan usianya yang baru menginjak 11 tahun, menjadi simbol hidup bahwa ketekunan dalam berlatih mampu mendobrak batasan usia dan geografis.
Langkah Ayasha diproyeksikan masih sangat panjang. Gelar terbaik di ajang Got Talent ini barulah babak pembuka dari karier seninya yang mulai merangkak naik. Ke depan, bocah berpotensi tinggi ini diharapkan tidak cepat berpuas diri, terus memperkaya teknik, dan siap diterjunkan ke panggung-panggung yang lebih besar demi mengharumkan nama Kuningan di pentas nasional.***




