KUNINGAN – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat jejaring internasional. Kali ini, upaya itu digelar melalui Signing Ceremony dan International Seminar bertajuk Transforming Education Through Global Collaboration.

Kegiatan berskala internasional yang digelar di Student Center Iman Hidayat kampus Sengkahan tersebut menghadirkan narasumber dari Pakistan, Dr. Wazir Ali Jamali, yang merupakan pejabat di Kementerian Pendidikan Pakistan. Seminar dipandu oleh moderator internasional, Miss Ashley dari Amerika Serikat, dan diikuti ratusan peserta yang terdiri dari sivitas akademika, mahasiswa, guru, hingga siswa SMA dan SMK.

‎Dekan FKIP UNIKU, Dr. Asep Jejen Jaelani, menekankan bahwa pendidikan di era global membutuhkan kolaborasi lintas negara untuk menjawab tantangan zaman yang terus berkembang.

‎“Di era yang terus berubah, pendidikan tidak bisa berjalan sendiri. Kemajuan lahir dari kolaborasi, pertukaran gagasan, dan kemauan untuk belajar satu sama lain. Karena itu, kerja sama internasional yang kita lakukan hari ini merupakan langkah penting untuk memperluas wawasan, meningkatkan kualitas pendidikan, dan mempersiapkan generasi masa depan yang mampu bersaing secara global,” ujarnya, Kamis (11/6/2026).

‎Ia juga memberikan motivasi kepada siswa SMA dan SMK yang hadir agar memanfaatkan momentum tersebut untuk membuka cakrawala berpikir dan membangun mimpi yang lebih besar.

‎“Kepada para siswa SMA dan SMK yang hadir, manfaatkan kesempatan ini untuk belajar dari pengalaman internasional dan berani bermimpi setinggi-tingginya,” pesannya.

‎Sementara itu, Rektor UNIKU, Dr. Anna Fitri Hindriana, menegaskan bahwa kolaborasi global saat ini bukan lagi sekedar pilihan, melainkan kebutuhan yang harus dijalankan oleh institusi pendidikan.

‎“Global collaboration is no longer an option it is an imperative. Inovasi lahir dari pertemuan gagasan. Pembaruan tumbuh dari perjumpaan perspektif. Dan masa depan pendidikan dibangun di atas jembatan yang kita rajut bersama, melintasi negara, budaya, dan generasi,” ungkapnya.

‎Menurutnya, tema yang diangkat dalam seminar internasional tersebut menjadi peta jalan bersama untuk menciptakan transformasi pendidikan yang lebih inovatif, inklusif, dan berdaya saing global.

‎“Tema ini bukan sekedar rangkaian kata indah, tetapi sebuah komitmen bersama bahwa transformasi pendidikan hanya dapat terwujud ketika kita membuka diri, memperkuat kolaborasi, dan terus belajar satu sama lain,” tegasnya.

‎Selain menjadi ruang pertukaran wawasan dan pengalaman internasional, kegiatan tersebut ditandai dengan penandatanganan kerjasama sebagai langkah strategis untuk memperkuat kemitraan global Universitas Kuningan dalam bidang pendidikan, penelitian, serta pengembangan sumber daya manusia.

‎Melalui kegiatan itu, FKIP UNIKU tidak hanya memperluas jejaring internasional, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan yang aktif mendorong lahirnya inovasi, pertukaran budaya, dan pengembangan pendidikan masa depan yang berorientasi global.