Cikalpedia
”site’s ”site’s
Cerpen

Harga Sebuah Penghapus

Di sebuah kota kecil yang ramai dengan spanduk dan berita, hidup dua benda yang bersahabat sekaligus bersaing: Pena dan Penghapus.

Setiap pagi, Pena bekerja keras. Ia menari di atas kertas, menulis kisah tentang rakyat kecil, pejabat besar, dan semua yang di antaranya.

Ia merasa bangga, tinta hitamnya adalah suara keadilan.

“Aku adalah pembawa kebenaran,” katanya lantang.

Namun suatu hari, datanglah Penghapus dengan senyum licin dan aroma parfum mahal.

Ia tidak bekerja setiap hari, tapi entah mengapa, dompetnya selalu tebal.

“Selamat pagi, Pena,” katanya santai.

“Kau menulis lagi tentang yang di atas, ya? Hati-hati, tinta itu bisa berujung pada amplop tebal.” Lanjut Penghapus.

Pena mendengus, “Aku menulis demi kebenaran.”

Penghapus terkekeh. “Kebenaran yang mana? Yang sebelum amplop datang atau setelahnya?”

Baca Juga :  Baznas Kuningan Sumbang 3 Juta, Sisanya Menunggu Baznas RI

Related posts

Griya Sehat Kuningan Jadi Percontohan Nasional

Cikal

Dinilai Singgung dan Cederai Perasaan Rakyat, NasDem Nonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari DPR RI

Cikal

PMII Sorot Etika Akademik dan Krisis Intelektual

Ceng Pandi

Leave a Comment