KUNINGAN – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kramatmulya Karangmangu, menghentikan sementara operasionalnya mulai 5 Juni 2026. Penghentian tersebut dilakukan karena keterbatasan anggaran operasional yang tersedia untuk menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Keputusan tersebut tertuang dalam surat bernomor 01/SPPOS/SPPG-MKS/VI/2026 tertanggal 4 Juni 2026 yang ditujukan kepada Direktur Penyedia dan Penyaluran Wilayah II Badan Gizi Nasional (BGN) Republik Indonesia. Surat itu ditandatangani Ketua Yayasan Wasilah Nurul Salam, Dedi Suhandi, dan Kepala SPPG Kuningan Kramatmulya Karangmangu, Fajar Muhandari.

Dalam surat tersebut dijelaskan, bantuan pemerintah (Banper) untuk periode 25 Mei hingga 6 Juni 2026 memang telah diterima. Namun, jumlah dana yang tersedia dinilai belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan operasional hingga akhir periode.

“Biaya pembelanjaan bahan baku serta operasional untuk distribusi MBG mulai tanggal 5 Juni 2026 dan seterusnya tidak dapat terpenuhi,” demikian isi surat tersebut.

Akibat kondisi tersebut, pihak SPPG mengajukan permohonan penghentian operasional sementara sebagai bentuk tanggung jawab dalam menjaga kualitas pelayanan program Makan Bergizi Gratis kepada para penerima manfaat.

Meski demikian, pengelola memastikan penghentian operasional hanya bersifat sementara. Aktivitas dapur dan distribusi makanan bergizi akan kembali dijalankan setelah bantuan pemerintah kembali disalurkan.

“Kami akan melanjutkan operasional kembali ketika Banper sudah turun,” tulis pengelola dalam surat tersebut.

Terhentinya operasional SPPG Kramatmulya tengah menjadi sorotan, terlebih pasca ditahan eks Kepala BGN, Dadan Hindayana, yang diduga melakukan tindak pidana korupsi. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap kelancaran pendanaan program MBG di sejumlah daerah, termasuk di Kabupaten Kuningan.

Pihak SPPG berharap pemerintah pusat dapat segera memberikan kepastian terkait penyaluran anggaran sehingga layanan pemenuhan gizi bagi masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Sementara itu, Cikalpedia.id mencoba konfirmasi kepada Koordinator Wilayah MBG Kuningan, Nisa Rahmi. Namun, hingga berita ini ditulis belum ada konfirmasi lanjutan mengenai persoalan tersebut.