KUNINGAN – Entah apa yang dibayangkan pemuda, A, asal Kuningan wilayah timur, memasang cincin di batang kemaluannya. Tindakan coba-coba itu akhirnya membuat sejagat Kuningan heboh, karena rumah sakit yang awalnya dinilai bisa mengatasi masalahnya, ternyata harus ke pemadam kebakaran.

Tindakan privat yang seharusnya diselesaikan secara privasi juga akhirnya terbuka ke publik. Damkar, yang memang menjadi solusi masyarakat dalam berbagai hal kembali menjadi pahlawan, tidak hanya dalam hal kebakaran, tetapi juga serba-serbi masalah rakyat, salah satunya lepas cincin.

“Tanpa pertimbangan risiko, korban mencoba memasang cincin tersebut. Namun, bukannya mudah dilepas, cincin justru tersangkut dan tidak bisa dikeluarkan selama tiga hari,” ujar Kepala UPT Damkar Satpol PP Kuningan, Andri Arga Kusuma, Minggu (12/4/2026)

Keahlian para petugas Damkar memang patut diacungi jempol. Tidak hanya lihai memadamkan kobaran api, tetapi juga banyak hal mulai dari menjinakan hewan liar, menangkap sarang tawon, mengambil barang di tempat terkunci atau sempit, dan banyak hal lagi termasuk lepas cincin. Jika kasus lepas cincin sebelumnya disebabkan oleh jari yang bengkak, kali ini memang sedikit lucu sekaligus tragis. Cincin di kemaluan. Mungkin kali pertama petugas damkar melakukannya.

“Khawatir kondisi tersebut membahayakan, korban sempat mendatangi salah satu rumah sakit umum di Kabupaten Kuningan. Pihak medis kemudian menyarankan agar kami yang menangani,” tuturnya.

Menurutnya, kejadian tersebut bermula dari rasa penasaran korban setelah melihat konten di internet. Setelah terpasang selama tiga hari, sesuatu tak terduga akhirnya terjadi. Sehingga, Sabtu malam, sekitar pukul 23.00 WIB, korban mendatangi Markas Komando Damkar untuk meminta bantuan.

“Tim piket Regu 3 yang terdiri dari lima personel langsung melakukan tindakan evakuasi dengan teknik pemotongan cincin. Karena posisi cincin berada di bagian pangkal organ intim, jadi harus pelan dan hati-hati,” katanya.

‎Meski kesulitan, petugas akhirnya berhasil melepaskan cincin tersebut dalam waktu kurang lebih 20 menit. Proses penanganan selesai pada pukul 23.20 WIB dalam kondisi aman tanpa menimbulkan luka serius.

‎”Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tidak sembarangan mengikuti tren atau informasi dari internet tanpa pemahaman yang benar. Tindakan yang dianggap sepele justru dapat berujung pada risiko kesehatan serius, bahkan mengancam keselamatan jiwa,” tuturnya.

Penulis: Icu Firmansyah || Editor: Sopandi