KUNINGAN – Di tengah situasi perekonomian masyarakat bawah yang dinilai sedang lesu, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Kuningan mencoba mengambil peran sosial di akar rumput. Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dimanfaatkan oleh partai berlambang banteng moncong putih ini untuk menggelar aksi solidaritas pangan dengan membagikan puluhan hewan kurban secara serentak.

Tidak tanggung-tanggung, struktur partai di bawah komando DPC Kuningan mengamankan satu ekor sapi berukuran besar serta 35 ekor kambing. Seluruh hewan kurban tersebut dipastikan tidak mengendap di markas DPC, melainkan langsung didistribusikan secara merata ke 32 kecamatan yang ada di seluruh wilayah Kabupaten Kuningan.

Untuk memastikan bantuan daging kurban ini tepat sasaran dan menyentuh lapisan masyarakat yang paling membutuhkan, DPC PDI Perjuangan Kuningan mempercayakan lini distribusinya kepada jajaran Pengurus Anak Cabang (PAC) di tingkat kecamatan. Skema perpanjangan tangan melalui kader di tingkat lokal ini dinilai lebih efektif untuk membaca peta wilayah mana saja yang warganya jarang tersentuh pembagian daging kurban.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kuningan, Nuzul Rachdy, membeberkan bahwa pengadaan puluhan hewan kurban ini diklaim murni lahir dari kultur gotong royong dan iuran kolektif para kader partai. Aksi sosial tahun ini mendapat suntikan modal yang signifikan berkat kontribusi khusus dari Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Ida Nurlaela Wiradinata.

Melalui komunikasi vertikal yang solid, legislator senayan tersebut menyalurkan bantuan hewan kurban untuk disebar ke wilayah pelosok kaki Gunung Ciremai melalui manajemen logistik DPC.

“Alhamdulillah, kami di jajaran DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kuningan menyiapkan hewan kurban sebanyak satu ekor sapi dan 35 ekor kambing. Kami mengucapkan terima kasih mendalam kepada Ibu Ida, Anggota DPR RI yang selalu membantu PDI Perjuangan dan masyarakat di Kabupaten Kuningan. Ini adalah bentuk kegotongroyongan kita semua, seluruh kader partai, untuk memberikan asih kepada masyarakat,” ujar Nuzul Rachdy, Selasa (26/5/2026).

Aksi bagi-bagi hewan kurban ini sengaja diarahkan sebagai instrumen intervensi sosial bagi masyarakat kecil. Nuzul Rachdy secara terbuka mengakui bahwa kondisi daya beli dan perekonomian riil masyarakat saat ini sedang berada dalam fase yang tidak baik-baik saja. Impitan harga kebutuhan pokok yang fluktuatif membuat konsumsi protein hewani bagi sebagian warga miskin menjadi barang mewah.

Oleh karena itu, kehadiran puluhan hewan kurban yang mengalir hingga ke tingkat desa melalui pengawalan para kader PAC diharapkan mampu memberikan sedikit ruang napas bagi warga. Setidaknya, momen hari raya keagamaan ini bisa dirayakan dengan penuh sukacita tanpa ada ketimpangan sosial yang mencolok di meja makan.

“Kita sendiri juga menyadari bahwa kondisi ekonomi masyarakat kita sedang tidak baik-baik saja, maka dengan kurban yang kita berikan melalui PAC dan kader partai ini, setidak-tidaknya bisa sedikit membantu dan dirasakan oleh masyarakat semuanya,” tambah Zul.

Pihak DPC PDI Perjuangan Kuningan juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh elemen warga dan simpatisan yang memercayakan penyaluran hewan kurbannya melalui pintu partai. Bagi mereka, kepercayaan publik ini menjadi modal sosiologis penting untuk terus menggerakkan program-program kerakyatan yang berbasis pada kebutuhan mendasar masyarakat bawah. ***