KUNINGAN – Sejumlah warga yang beraktivitas di Jalan Desa Lebakwangi hingga Cinembeuy mengeluhkan kondisi jalan yang rusak dan berlubang. Kerusakan tersebut dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama pada sore hari dan malam hari.

Pantauan di lokasi, sore menjelang buka puasa aktivitas pengendara ramai lancar. Di sela itu, beberapa titik jalan tampak berlubang dengan kedalaman bervariasi. Genangan air yang menutup lubang saat hujan membuat pengendara kesulitan mengantisipasi kerusakan jalan. Tak sedikit pengendara roda dua yang harus memperlambat laju kendaraan secara mendadak demi menghindari lubang.

Rizky Ardiansyah, salah seorang pengendara mengaku khawatir kondisi tersebut dapat memicu kecelakaan, terlebih saat momen Ramadhan aktivitas masyarakat meningkat.

“Sore banyak yang cari takjil, jalan jadi ramai. Lubangnya juga lumayan banyak, membahayakan,” ujarnya, Sabtu, (21/2/2026).

Selain membahayakan, lanjut Rizky, kerusakan jalan juga menyebabkan kemacetan sesaat karena kendaraan harus bergantian menghindari titik jalan berlubang.

Menurutnya, ketika di malam hari dengan minimnya penerangan jalan umum, kerap kali pengendara tidak menyadari keberadaan lubang hingga nyaris terjatuh. Bahkan, kata dia, sudah ada beberapa pengendara yang kehilangan keseimbangan saat melintas karena tidak sempat menghindar.

“Kalau malam lebih bahaya lagi. Lampu jalan minim, jadi lubang tidak kelihatan. Apalagi kalau habis hujan, tertutup air,” katanya.

Ia berharap, pemerintah daerah segera turun tangan untuk memperbaiki jalan tersebut. Pasalnya, ruas jalan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan Desa Lebakwangi dan Cinembeuy serta menjadi jalur ramai aktivitas masyarakat, terutama selama bulan Ramadan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Kuningan, Putu Bagiasna, menerangkan bahwa ruas jalan tersebut sudah masuk antrean perbaikan. Bahkan, menurutnya, tidak hanya di wilayah Lebakwangi, pemeliharaan jalan akan dimulai dari Winduhaji sepanjang 13 Km.

“Ruas itu akan ditangani mulai dari Winduhaji, Garawangi, sampai Lebakwangi sepanjang 13 Km. Sedang persiapan lelang, anggarannya 21 miliyar,” katanya. (Icu)