
KUNINGAN – Ribuan sivitas akademika mulai dari pimpinan, dosen, tenaga kependidikan hingga masyarakat tumpah ruah memadati Universitas Kuningan (Uniku), Sabtu pagi, (6/6/2026) untuk mengikuti kegiatan jalan santai.
Jalan santai tersebut merupakan acara puncak dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-23. Suasana penuh kebersamaan dan semangat kekeluargaan tampak mewarnai kegiatan yang berlangsung meriah sejak pagi hari.
Mengusung tema “Harmoni Cinta”, perayaan Dies Natalis tahun tersebut dikemas lebih sederhana namun sarat makna. Jalan santai dipilih sebagai momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap kampus yang telah berdiri dan berkembang selama 23 tahun.
Rektor Uniku, Dr. Anna Fitri Hindriana, mengatakan bahwa kegiatan jalan santai menjadi simbol kebersamaan seluruh keluarga besar Uniku dalam melanjutkan perjalanan dan pengabdian kampus ke depan.
“Jalan santai ini merupakan agenda penutup dari seluruh rangkaian perayaan Dies Natalis ke-23. Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat rasa kekeluargaan, kebersamaan, serta semangat untuk terus membawa Uniku tumbuh, maju, dan berkembang,” ujarnya.
Sebelum mencapai puncak perayaan, Uniku terlebih dahulu menggelar sejumlah kegiatan bernuansa spiritual dan penghormatan kepada para pendiri kampus. Rangkaian tersebut diawali dengan ziarah ke makam pendiri Uniku, almarhum Kahari Prawirasujasa di Wonogiri, Jawa Tengah, pada 22 Mei 2026.
Selanjutnya, jajaran pimpinan Uniku bersama Yayasan Pendidikan Sang Adipati Kuningan (YPSAK) melakukan ziarah ke makam para tokoh pendiri lainnya yang berada di Kabupaten Kuningan. Kegiatan tersebut menjadi bentuk penghargaan atas jasa dan perjuangan para pendahulu yang telah meletakkan fondasi berdirinya perguruan tinggi pertama di Kabupaten Kuningan itu.
Tak hanya itu, sehari sebelum puncak acara, keluarga besar Uniku juga menggelar doa bersama, sholawat, dan istighotsah di Masjid Daarul Muttaalimin Kampus I Uniku. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Ustad Dzulkifli dari Pondok Pesantren Al-Multazam Kuningan sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon keberkahan dan kemajuan kampus.
Menurut Anna, seluruh rangkaian kegiatan Dies Natalis tahun ini sengaja dirancang untuk merefleksikan rasa syukur atas perjalanan panjang Uniku sekaligus mengenang perjuangan para pendiri yang telah mewariskan semangat pengabdian dalam dunia pendidikan.
“Selain mendoakan para pendiri, kami juga bermunajat agar Uniku senantiasa diberikan keberkahan, kemudahan, dan keberhasilan dalam menjalankan perannya mencetak generasi unggul bagi bangsa dan daerah,” tuturnya.
Peringatan Dies Natalis ke-23 ini turut dihadiri oleh Pembina, Pengurus, dan Pengawas YPSAK, jajaran pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, serta sivitas akademika lainnya yang bersama-sama merayakan perjalanan panjang Uniku dengan penuh semangat dan optimisme.
Dengan semangat “Harmoni Cinta”, Anna menegaskan komitmennya untuk terus menjadi perguruan tinggi yang unggul, berdaya saing, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional.




