
KUNINGAN – Menjelang Hari Raya Idul Adha, masyarakat diimbau lebih teliti dalam memilih hewan qurban. Selain memenuhi syariat, kondisi kesehatan hewan juga menjadi faktor penting agar daging yang dikonsumsi aman dan layak.
Kepala UPTD Puskeswan Luragung, Ahyani, menjelaskan bahwa hewan qurban yang ideal dapat dilihat dari kondisi fisik serta usianya. Secara fisik harus sehat dan usianya minimal sudah mencapai dua tahun. Salah satu indikator utama usia dua tahun, yaitu tanggalnya gigi atau sudah tumbuh gigi baru.
“Yang pertama tentu dilihat dari fisiknya, sehat, aktif, dan cukup umur. Umur hewan yang layak biasanya ditandai dengan kondisi gigi yang sudah kupak,” ujarnya, Kamis, (30/4/2026).
Untuk mengetahui kesehatan hewan qurban, menurutnya, masyarakat bisa mengenalinya dengan identitas atau kalung khusus. Hanya saja, walaupun saat ini sedang gencar dilakukan pemeriksaan kesehatan, hewan yang sudah diperiksa belum diberikan kalung sehat karena masih menunggu distribusi dari Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kuningan.
“Kalung penanda itu sebagai bukti bahwa ternak tersebut sudah dicek dan dinyatakan layak,” ujarnya.
Selain di Kecamatan Maleber yang sudah dilakukan pemeriksaan, lanjut Ahyani, UPTD Puskeswan Luragung juga akan melakukan pemeriksaan serupa di tiga kecamatan lainnya, yaitu Luragung, Cimahi, dan Lebakwangi.
Selain memastikan kesehatan hewan qurban, pihaknya juga melakukan pencegaha penyebaran penyakit, terutama Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), dengan memberikan vaksinasi serta pemberian vitamin penjaga daya tahan tubuh hewan. Kemudian, dilakukan juga sanitasi kandang melalui penyemprotan disinfektan secara berkala.
Pihaknya juga mengingatkan, supaya masyarakat mengenali tanda-tanda hewan yang terindikasi sakit. Gejala PMK, kata dia, biasanya ditandai dengan keluarnya busa dari mulut, gusi membengkak seperti sariawan, hingga kaki melepuh atau luka pada bagian kuku.
“Kalau ada busa di mulut, gusinya luka, atau kaki terlihat melepuh, itu harus diwaspadai,” katanya.
Kepada para peternak, pihaknya menghimbau, jika ditemukan hewan yang sakit, penanganan dapat dilakukan secara alami maupun medis. Salah satunya dengan menggunakan eco enzyme yang disemprotkan ke pakan ternak. Selain itu, harys segera dilakukan penyuntikan vitamin dan pemberian obat penurun panas untuk membantu pemulihan.
Penulis: Icu Firmansyah || Editor: Sopandi




