KUNINGAN – Progres pembangunan Jembatan Cijemit yang sempat roboh akibat diterjang banjir kini telah mencapai sekitar 75 persen. Pemerintah bersama pihak pelaksana menargetkan akses jembatan sudah bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat secara terbatas menjelang Lebaran.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Desa Cijemit, Kecamatan Ciniru, Oon Kusman. Ia menyebutkan, saat ini pengerjaan difokuskan pada bagian senderan jembatan, khususnya di sisi barat dan selatan.

“Kalau dipersentasekan mungkin sudah 75 persen untuk keseluruhan. Sekarang lagi pengerjaan senderan sebelah barat, sementara senderan utara sudah selesai,” ujarnya, Kamis, (21/5/2026).

Selain itu, jelas dia, proses pengecoran jembatan juga disebut telah berjalan lebih dari 20 hari. Berdasarkan informasi dari pihak pelaksana lapangan, ia mengatakan, akses jembatan direncanakan mulai dibuka secara terbatas pada 25 Mei mendatang.

Namun demikian, pembukaan tersebut belum berarti proyek selesai sepenuhnya. Sebab, masih terdapat pekerjaan di bagian bawah jembatan, termasuk pengerjaan tambak limpas yang hingga kini belum rampung akibat cuaca hujan yang masih sering terjadi.

“Target tanggal 25 itu supaya nanti saat Lebaran kendaraan roda dua dan roda empat sudah bisa lewat. Tapi untuk kendaraan berat seperti dump truck masih belum diperbolehkan,” katanya.

Ia menambahkan, target penyelesaian keseluruhan pembangunan Jembatan Cijemit diperkirakan rampung pada Juni 2026 mendatang, menyesuaikan kondisi cuaca di lapangan.

“Karena sekarang sering hujan, pengerjaan bagian bawah agak terhambat. Jadi diperkirakan selesai total bulan Juni,” tambahnya.

Terkait peralatan proyek yang sebelumnya sempat terseret arus banjir, Oon memastikan sebagian besar masih dapat ditemukan dan dievakuasi di sekitar lokasi proyek. Namun, ada satu unit alat yang mengalami kerusakan parah sehingga pihak pemborong harus menggantinya dengan unit baru.

“Yang kebawa arus itu masih di sekitar lokasi, radius sekitar 100 meter dari konstruksi jembatan dan sudah berhasil ditarik menggunakan alat berat. Tapi ada satu alat yang rusak parah dan akhirnya dibelikan baru,” tutupnya.