KUNINGAN – Jelang bergulirnya Liga 3 Nusantara pada 30 Oktober 2026, kesiapan Stadion Mashud Wisnusaputra menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kuningan. Stadion yang akan menjadi salah satu venue pertandingan kandang Pesik Kuningan itu dituntut memenuhi standar yang dipersyaratkan PSSI.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kuningan, U. Kusmana, mengatakan penerapan sistem home away pada Liga 3 Nusantara membuat kesiapan stadion menjadi hal penting. Terlebih, kata dia, Kuningan berpeluang menjadi tuan rumah pertandingan sejumlah klub yang memilih menggunakan Stadion Mashud Wisnusaputra sebagai markas mereka.

“Persiapan kami sebagai tuan rumah nantinya harus dipersiapkan dengan baik, sesuai dengan standar yang diharapkan oleh PSSI itu sendiri sebagai tuan rumah,” katanya, Selasa, (22/9/2026).

Persoalan kesiapan stadion dibahas dalam pertemuan yang melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari Disporapar, KONI, Askab PSSI hingga manajemen Pesik Kuningan.

Dari hasil pembahasan tersebut, jelas Sekda, diketahui masih terdapat sejumlah fasilitas Stadion Mashud Wisnusaputra yang membutuhkan pembenahan. Tidak hanya kondisi lapangan, fasilitas pendukung seperti toilet dan ruang ganti juga menjadi perhatian.

Selain itu, terdapat bagian atap stadion yang mengalami kebocoran serta persoalan drainase yang dinilai perlu segera ditangani.

Atas kondisi tersebut, ia meminta Disporapar, khususnya pengelola Stadion Mashud Wisnusaputra, segera melakukan pengecekan dan pemetaan kebutuhan secara menyeluruh.

“Saya menugaskan Disporapar, khususnya karena ada pengelola stadion, segera memitigasi, mengecek dan check and recheck kondisi lapangan dan permasalahannya,” ujarnya.

Menurutnya, hasil pengecekan tersebut diperlukan untuk mengetahui secara pasti kebutuhan pembenahan stadion. Ia juga meminta laporan kebutuhan tersebut segera disampaikan agar langkah persiapan dapat dilakukan secepatnya.

Meski demikian, pihaknya mengakui Pemkab Kuningan menghadapi keterbatasan fiskal. Oleh karena itu, menurutnya, pembenahan akan disesuaikan dengan kemampuan daerah, namun tetap diarahkan agar stadion dapat mendekati persyaratan yang ditetapkan PSSI.

“Walaupun memang keterbatasan fiskal, tapi ini adalah tugas yang harus wajib kami siapkan. Walaupun mungkin nanti tidak sempurna, setidaknya mendekati persyaratan yang ditentukan oleh PSSI,” katanya.

Kesiapan Stadion Mashud Wisnusaputra menjadi semakin strategis karena berdasarkan informasi dari manajemen Pesik Kuningan, terdapat lima klub yang berminat menjadikan Kuningan sebagai lokasi pertandingan kandang mereka.

Jika terealisasi, aktivitas Liga 3 di Kuningan tidak hanya akan memberikan eksposur bagi daerah dari sisi olahraga, tetapi juga berpotensi menggerakkan sektor ekonomi. Kehadiran klub, pemain, ofisial, dan suporter dari luar daerah dapat berdampak terhadap tingkat hunian hotel, aktivitas UMKM, kuliner, hingga sektor jasa lainnya.

“Bukan hanya Kabupaten Kuningan nanti akan terpublikasi sebagai homenya persepakbolaan Liga 3 Nusantara, tapi lebih berdampak kepada multiplier effect terkait dengan perekonomiannya, hotelnya, UMKMnya, dan sebagainya,” tutupnya.