
KUNINGAN – Setelah sempat mengalami kerusakan parah akibat abrasi sungai yang menggerus pondasi dan struktur penyangga, Jembatan Tentara Pelajar Batalyon 400 Brigade XVII di Desa Cijemit, Kecamatan Ciniru, kini kembali kokoh dan dapat digunakan oleh masyarakat.
Infrastruktur vital yang menghubungkan Desa Cijemit, Gunung Manik, dan Pinara tersebut resmi difungsikan kembali setelah proses rehabilitasi selesai dilaksanakan.
Perbaikan jembatan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kuningan dengan anggaran sekitar Rp2 miliar. Kehadiran kembali jembatan tersebut disambut gembira warga yang selama berbulan-bulan harus menghadapi keterbatasan akses akibat kerusakan yang terjadi sejak akhir tahun 2025.
Peresmian penggunaan jembatan dilakukan langsung oleh Bupati Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar, Rabu (17/6/2026). Didampingi oleh Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, Sekretaris Daerah, U. Kusmana, unsur Forkopimcam, jajaran DPUTR, BPBD, para kepala desa, serta masyarakat setempat.
Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Kabupaten Kuningan, Tedy Bisma, menjelaskan kerusakan jembatan dipicu oleh abrasi sungai yang terus mengikis pondasi sehingga membahayakan konstruksi utama jembatan. Mengingat fungsinya sebagai akses utama masyarakat, pemerintah daerah bergerak cepat melakukan penanganan agar konektivitas warga tetap terjaga.
Sementara itu, Kepala Desa Cijemit, Wawan Kuswara, mengungkapkan kerusakan mulai terdeteksi pada April 2025 saat muncul retakan pada badan jembatan. Kondisinya terus memburuk hingga akhirnya patah pada Desember 2025 dan harus ditutup total demi keselamatan pengguna jalan.
“Alhamdulillah, kini jembatan sudah kembali berdiri kokoh dan dapat dimanfaatkan masyarakat. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kuningan yang telah merealisasikan perbaikan ini,” ujarnya.
Bupati Dian menegaskan bahwa jembatan bukan hanya sarana fisik penghubung antarwilayah, tetapi juga penghubung berbagai aktivitas kehidupan masyarakat.
“Jembatan ini bukan sekadar bangunan. Di dalamnya ada harapan masyarakat, ada akses pendidikan, ekonomi, dan pelayanan publik yang harus terus berjalan. Karena itu, keberadaannya harus kita jaga bersama,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan, terutama kawasan sungai, agar kerusakan akibat abrasi tidak kembali terjadi di masa mendatang. Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus berjalan seiring dengan upaya pelestarian alam.
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita. Momen tersebut juga dirangkaikan dengan doa bersama menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah serta kegiatan ngobeng ikan yang diikuti masyarakat sebagai bentuk rasa syukur atas kembali berfungsinya jembatan yang menjadi urat nadi kehidupan warga di wilayah tersebut.




