KUNINGAN – Badan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Kuningan terus mengakselerasi pencapaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026. Dari target sekitar Rp228 miliar, sejumlah strategi disiapkan, mulai dari optimalisasi penerimaan pajak hingga penerapan teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk memperkuat pengawasan sektor galian C.

Salah satu inovasi yang tengah diuji coba adalah pemasangan kamera pemantau (CCTV) berbasis AI di lokasi usaha Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB). Teknologi tersebut dirancang untuk menghitung ritase truk pengangkut material secara otomatis sehingga data produksi yang menjadi dasar pengenaan pajak dapat tercatat lebih akurat.

“Alat pantau di lapangan ini berupa CCTV yang mampu menghitung ritase angkutan menggunakan teknologi AI. Seluruh data akan langsung terhubung ke aplikasi sehingga tidak lagi dilakukan penghitungan secara manual,” ungkap Kepala Bappenda Kuningan, Laksono Dwi Putranto, Senin (6/7/2026).

Menurutnya, sistem tersebut masih dalam tahap uji coba dan penyempurnaan. Evaluasi dilakukan setelah akurasi pembacaan menurun saat kondisi cuaca gelap maupun hujan.

“Kendalanya kemarin saat cuaca gelap atau hujan sehingga tingkat akurasinya menurun. Kami minta penyempurnaan terlebih dahulu agar datanya benar-benar valid. Targetnya bulan Juli ini sudah bisa beroperasi penuh,” katanya.

Di sisi lain, realisasi sejumlah jenis pajak daerah menunjukkan tren positif. Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) telah mencapai sekitar 54 persen dari target.

Sementara itu, sektor jasa dan perhotelan mencatatkan kinerja yang menggembirakan. Realisasi pajak hotel telah melampaui 58 persen, sedangkan pajak restoran telah mencapai sekitar 51 persen.

Adapun tantangan terbesar masih berada pada sektor Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Hingga pertengahan tahun, realisasinya baru berada di kisaran 30 persen karena sebagian besar transaksi masih dalam proses administrasi di notaris dan kantor pertanahan.

“BPHTB memang menjadi tantangan karena targetnya cukup besar. Saat ini masih banyak proses yang berjalan di notaris dan agraria. Setelah pembayaran PPh selesai dan dokumen dari pertanahan terbit, baru BPHTB dapat dibayarkan. Kami optimistis masuknya investasi baru akan ikut mendongkrak realisasinya,” jelasnya.

Laksono juga optimistis kehadiran sejumlah investasi baru, termasuk operasional pabrik sepatu dan perusahaan lainnya, akan memberikan kontribusi terhadap peningkatan penerimaan daerah pada semester kedua tahun ini.

Selain itu, kontribusi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) juga menunjukkan capaian positif. Perumda Air Minum Tirta Kamuning telah menyetor PAD sebesar Rp2,8 miliar atau melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp2,4 miliar.

Dari target keseluruhan, Laksono mengakui di semester kemarin Bappenda baru mencapai 47,27% atau baru sekitar Rp.107 miliar, dan di semester kedua ini melalui pemanfaatan teknologi digital untuk memperkuat pengawasan pajak serta optimalisasi penerimaan dari sektor investasi dan BUMD, Bappenda optimistis target PAD Kabupaten Kuningan tahun 2026 dapat tercapai hingga akhir tahun anggaran. ***