KUNINGAN – Sebanyak 20 orang tercatat mendaftarkan diri dalam proses seleksi calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kuningan periode mendatang. Dari jumlah tersebut, hanya lima orang yang akan dipilih untuk menduduki kursi pimpinan lembaga pengelola zakat resmi milik negara itu.

Di antara para pendaftar, muncul satu nama yang menyita perhatian publik: Asep Budi Setiawan, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kuningan yang masih aktif menjabat sebagai aparatur sipil negara (ASN). Kehadiran pejabat struktural dalam bursa calon pimpinan Baznas ini memunculkan diskusi tersendiri, terutama terkait potensi rangkap jabatan dan independensi lembaga.

Berdasarkan data yang diperoleh, para pendaftar berasal dari beragam latar belakang profesi, mulai dari akademisi, pensiunan, wiraswasta, hingga mantan penyelenggara pemilu.

Berikut daftar lengkap 20 calon pimpinan Baznas Kuningan beserta latar belakangnya:
1. H. Syarifudin, asal Cibingbin, pekerjaan wiraswasta.
2. Insan Nulyaman, asal Cigugur, akademisi.
3. H. Iman Nuryaman, asal Sembawa, Jalaksana, pensiunan.
4. Asmanul Husna, asal Cidahu, advokat dan pengusaha.
5. Yusron Kholid, asal Purwawinangun, incumbent.
6. Supriatna, asal Panawuan, Cigandamekar, pensiunan.
7. Dede Yudi Iskandar, asal Kasturi, pekerjaan wiraswasta.
8. Asep Budi Setiawan, asal Ciporang, Kuningan, ASN Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kuningan.
9. Suyono, asal Ciporang, pensiunan.
10. Moch. Saprudin Teja Sukmana, asal Kuningan, koordinator distribusi MBG.
11. Mukdiana, asal Kecamatan Subang, pekerjaan wiraswasta.
12. Abdul Jalil Hermawan, asal Awirarangan, dosen, mantan Komisioner Bawaslu Kuningan.
13. Iim Suryahim, asal Darma, dosen.
14. Lestari Widyastuti, asal Desa Sidareja, Ciawigebang, wiraswasta, mantan Komisioner KPU Kuningan.
15. Hermawan, asal Cipari, Cigugur, dosen.
16. Sulaeman, asal Ciawigebang, dosen.
17. Asep Z. Fauzi, asal Desa Kutaraja, Maleber, wiraswasta, mantan Ketua KPU dan kini Sekretaris KONI.
18. H. Mamat Rohmansyah, asal Awirarangan, pensiunan.
19. Adang Romadona, asal Ciporang, karyawan swasta, pernah menjadi caleg salah satu partai politik.
20. Iman Priatna Rahman, asal Ciporang, wirausahawan.

Komposisi pendaftar ini menunjukkan bahwa seleksi Baznas Kuningan diikuti oleh figur-figur dengan latar belakang beragam, mulai dari birokrat aktif, akademisi, aktivis kepemiluan, hingga praktisi usaha.

Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan Baznas Kuningan, Toni Kusmanto yang juga Asisten Pemerintahan Setda Kuningan membenarkan adanya kepala dinas yang ikut mendaftar. Menurut Toni, status sebagai pejabat aktif tidak otomatis menggugurkan hak seseorang untuk mengikuti seleksi.

“Benar, ada kepala dinas yang mendaftar. Itu tidak menggugurkan selama yang bersangkutan memenuhi syarat dan mengikuti tahapan seleksi,” kata Toni saat dikonfirmasi cikalpedia.id. Sabtu (31/1/2026).

Namun, ia menegaskan, apabila peserta yang masih menjabat sebagai pejabat struktural terpilih, maka yang bersangkutan wajib memilih salah satu jabatan.

“Kalau nanti terpilih, harus menentukan. Mau di Baznas atau tetap di kepala dinas. Tidak boleh rangkap jabatan,” ujarnya.

Di lingkungan pemerintah daerah, beredar informasi bahwa Asep Budi Setiawan hanya tinggal beberapa bulan lagi memasuki masa pensiun. Situasi ini dinilai membuka peluang baginya untuk melanjutkan pengabdian melalui Baznas apabila terpilih.

Meski demikian, Toni menegaskan bahwa masa pensiun tidak menjadi pertimbangan khusus dalam proses seleksi. Seluruh peserta akan dinilai berdasarkan kompetensi, integritas, rekam jejak, serta kemampuan manajerial.
“Tidak ada perlakuan khusus. Semua peserta kami perlakukan sama,” kata dia.

Diberitakan sebelumnya Pendaftaran Calon Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNas) resmi ditutup. Tercatat sebanyak 20 orang yang akan merebutkan lima posisi pimpinan BAZNAS Kabupaten Kuningan.‎‎Hal itu disampaikan oleh Asisten Daerah Bidang Pemerintanan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kuningan sekaligus Ketua Tim Seleksi BAZNAS, H. Toni Kusumanto. Menurutnya, dari 20 pendaftar itu akan diumumkan kelulusan administrasinya tanggal 2 Februari lusa.

Setelah dinyatakan lolos administrasi, para pendaftar akan mengikuti tahap selanjutnya yaitu tes pengetahuan melalui sistem ujian berbasis komputer atau biasa disebut dengan Computer Assisted Test (CAT) dan penulisan makalah tanggal 4 Februari. Pihaknya juga membantah informasi bahwa tes CAT akan dihilangkan. Menurutnya, CAT wajib dilaksanakan sesuai amanat Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 10 tahun 2025 .

”Justru dipertanyakan kalau tidak menggunakan CAT, alasannya apa? dan kami tetap berlakukan CAT, kemudian penulisan makalah di tanggal yang sama yaitu tanggal 4, dan nilainya langsung ada,” ujar Toni, Sabtu, (31/1/2026).

‎Lebih lanjut, Toni menjelaskan bahwa total pendaftar tersebut akan diseleksi menjadi sepuluh orang atau dua kali kebutuhan pimpinan BAZNAS Kuningan. Kesepuluh nama akan direkomendasikan untuk dites kembali oleh BAZNAS Pusat.

‎”Setelah direkomendasikan sepuluh nama, baru tahapan lanjutannya akan ada seleksi lanjutan di BAZNas pusat untuk menentukan lima komisioner dan lima lainnya yang tidak terpilih itu akan menjadi cadangan untuk mengganti lima komisioner terpilih,” jelas Toni.

‎Ketika ditanya siapa saja 20 orsmg pendaftar, ia enggan menyebutkannya. Meski demikian, ia menyebut bahwa diantara pendaftar itu diisi para pendaftar berkualifikasi akademik, mulaid ari lulusan SMA sampai doktor, bahkan ada unsur perempuan.

“Dari dua puluh itu, pendidikan S3 ada tiga orang, dan S2, SMA juga ada, bahkan perempuan juga ada,” tutur Toni

‎Untuk pelaksanaan CAT dan pembuatan makalah, pihaknya belerjasama dengan Universitas Kuningan. Pada kesempatannya nanti, setiap peserta akan menjawab 150 soal secara acak, sehingga antara peserta tidak ada yang sama. Menuturnya, soal yang akan diberikan sudah dibuat oleh tim.

‎Pihaknya berkomitmen untuk menjaga kerahasiaan soal CAT secara profesional, objektif, dan berintegritas, sehingga pelaksanaan ujian berlangsung aman dan soal tidak bocor.

‎”Soal CAT ada 150 soal untuk pengetahuan umum dan soal itu diacak setiap peserta,” tutup Toni. (Ali)