
KUNINGAN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik setelah puluhan siswa di Kabupaten Kuningan diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan tersebut. Insiden yang menimpa anak-anak SMP itu menuai perhatian dari berbagai pihak, termasuk organisasi kemahasiswaan.
Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Universitas Islam Al-Ihya (Unisa) Kuningan, Lisna Fitri Solehati, angkat bicara terkait kejadian tersebut. Ia menyayangkan kasus tersebut terjadi di wilayah Kuningan dan meminta pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program Prabowo tersebut.
“Kami sangat menyayangkan terjadinya kasus keracunan ini. Ini adalah alarm bagi semua pihak untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh,” ujar Lisna dalam keterangannya, Jum’at (1/8).
Selain soal siswa keracunan, Lisna juga menekankan pentingnya memanfaatkan potensi bahan baku lokal dalam pelaksanaan program MBG. Menurutnya, Kuningan memiliki banyak komoditas lokal yang layak dikembangkan dan digunakan dalam program tersebut.
“Banyak potensi lokal Kuningan yang bisa dimanfaatkan untuk MBG ini, misalnya susu asli dari sapi langsung. Ini juga bisa menjadi bentuk dukungan terhadap peternak lokal,” tuturnya.
Lisna juga mengingatkan janji Bupati Kuningan yang sebelumnya menyatakan bahwa MBG akan berbasis pada pemanfaatan sumber daya lokal.
“Saya masih ingat apa yang disampaikan Bupati terkait MBG, katanya menekankan pada aspek pemanfaatan lokal. Pemerintah daerah seharusnya mengintervensi untuk pemanfaatan bahan lokal,” tuturnya.
HMI Komisariat Unisa berharap kejadian ini tidak terulang kembali dan menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola program MBG agar benar-benar aman, bergizi, dan berpihak pada potensi lokal. (Icu)





Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.